AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mural karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UTM menjadi simbol kreativitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi AI (ISTIMEWA).

Mural karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UTM menjadi simbol kreativitas generasi muda di tengah perkembangan teknologi AI (ISTIMEWA).

BANGKALAN || KLIKMADURA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pelajar hingga mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Mereka mempertanyakan nasib profesi desainer grafis di tengah kemunculan teknologi desain otomatis.

Saat ini, berbagai platform berbasis AI seperti Midjourney, Canva, dan Adobe Firefly mampu membuat poster, ilustrasi hingga logo hanya dalam hitungan detik melalui perintah teks.

Kemudahan tersebut membuat masyarakat awam dapat menghasilkan desain tanpa harus memiliki kemampuan menggambar maupun menguasai software desain secara mendalam.

Baca juga :  HMI Komisariat Hukum UTM Sepakat Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Mahasiswi Dihukum Mati

Namun, Dosen Desain Grafis, Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura, Drajat Wicaksono menilai, AI tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam dunia desain.

Menurut dia, AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu untuk mempercepat proses kreatif, bukan sebagai ancaman bagi profesi desainer grafis.

“AI bisa mempercepat brainstorming dan membuat draft awal. Tapi yang menentukan konsep, emosi, dan pesan desain tetap manusia. Klien tidak hanya membeli gambar, tetapi juga ide dan pemahaman terhadap brand mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, desainer yang memahami strategi komunikasi visual justru akan semakin dibutuhkan. Sebab, kemampuan mengarahkan AI agar menghasilkan karya sesuai kebutuhan pasar tetap memerlukan sentuhan manusia.

Baca juga :  HIMMAN UTM Gaungkan Cinta Lingkungan Lewat Society Festival 2025, Bupati Beri Aspirasi

Selain itu, AI juga dinilai membuka peluang baru dalam proses pembelajaran desain. Teknologi tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari referensi visual dalam jumlah besar sekaligus memahami tren desain yang sedang berkembang.

Meski demikian, sejumlah kemampuan mendasar seorang desainer disebut sulit ditiru AI. Mulai dari pemahaman psikologi warna, storytelling visual, komunikasi dengan klien, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan desain yang kompleks.

Sebab, AI bekerja berdasarkan kumpulan data yang sudah tersedia. Sedangkan desainer memiliki kemampuan membaca konteks sosial, budaya, hingga karakter audiens untuk menciptakan karya yang relevan dan memiliki makna.

Baca juga :  Satu Dekade Pertamina Bina Desa Labuhan Bangkalan, Alam Lestari Warga Tak Lagi Jadi TKI

Karena itu, perkembangan AI dinilai bukan akhir bagi profesi desainer grafis. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi peluang bagi desainer yang mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan zaman. (rei/nda)

Berita Terkait

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital
Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung
Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi
PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026
Dispusip Bangkalan Gelorakan Budaya Baca Bersama Pegiat Literasi
Dugaan Mafia Solar Subsidi di Bangkalan Menguat, HMI Desak Polisi Bongkar SPBU dan Pemodal Besar
Inovasi “Laut Jadi Cahaya” Antar Mahasiswa Elektro UTM Raih Bronze Medal PENA 2026
UTM Borong Penghargaan, Platinum Award UB Halal Metric 2026 Tegaskan Kampus Halal Berkelas Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:49 WIB

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital

Senin, 11 Mei 2026 - 12:29 WIB

Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung

Senin, 11 Mei 2026 - 05:48 WIB

Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:26 WIB

PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026

Berita Terbaru

Salah satu sudut Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Ada Borok di Eloknya Wajah Desaku

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:03 WIB