PAMEKASAN || KLIKMADURA – Upaya menghidupkan kembali budidaya rumput laut di Pantai Jumiang mulai dilakukan. Pemerintah daerah bersama tim peneliti dari Universitas Negri Malang turun langsung untuk memastikan kualitas air laut.
Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abdul Fata menyebutkan bahwa penyebab utama matinya budidaya rumput laut diduga karena perubahan kualitas air laut yang tidak lagi mendukung pertumbuhan tanaman.
“Budidaya rumput laut di Pantai Jumiang ini sudah beberapa tahun terakhir mati suri. Indikasinya kualitas air laut berubah, sehingga rumput laut sulit tumbuh dan berujung gagal panen,” katanya.
Fata mengatakan bahwa pihaknya bersama tim peneliti melakukan pengambilan sampel air laut di pesisir Desa Tanjung. Pengambilan sampel tersebut dilakukan di tengah adanya dugaan pencemaran limbah di kawasan pesisir setempat.
“Kami bersama tim peneliti turun langsung mengambil sampel air laut untuk diuji di laboratorium. Ini penting untuk memastikan kondisi dan kualitas air laut saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, penelitian itu sekaligus menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut terkait rencana menghidupkan kembali budidaya rumput laut di Pantai Jumiang.
“Pak Bupati memang memiliki keinginan agar budidaya rumput laut di Desa Tanjung bisa kembali berjalan seperti periode awal yang dulu sempat berhasil. Namun, kami harus memastikan dulu kualitas air lautnya melalui uji laboratorium,” ucapnya. (ibl/nda).













