BANGKALAN || KLIKMADURA – Penantian panjang masyarakat Madura untuk memiliki pendidikan kedokteran di kampus negeri akhirnya terwujud. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi memperoleh lampu hijau dari pemerintah untuk membuka Program Studi Kedokteran jenjang Sarjana sekaligus Program Profesi Dokter.
Persetujuan tersebut diberikan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 610/B/O/2026 yang diterbitkan pada Selasa, 2 Juni 2026.
Dengan keluarnya keputusan itu, UTM kini memiliki kewenangan penuh untuk menyelenggarakan pendidikan dokter di kampus yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kampus negeri pertama di Madura. Upaya yang dirintis selama bertahun-tahun akhirnya berbuah hasil setelah melalui serangkaian tahapan evaluasi dan verifikasi dari pemerintah pusat.
Rektor UTM, Prof Dr Safi’, SH, MH, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja panjang seluruh sivitas akademika dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah akhirnya (izin) keluar juga, UTM sudah mendapatkan izin penyelenggaraan pendidikan kedokteran,” katanya.
Izin pembukaan program studi itu merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan UTM sejak akhir 2024. Selain itu, rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII juga menjadi bagian dari proses yang mengantarkan terbitnya keputusan menteri.
Dalam proses penilaian, UTM harus membuktikan kesiapan pada sejumlah aspek krusial. Pemerintah menitikberatkan evaluasi pada kecukupan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan, kesiapan fasilitas pendidikan dan laboratorium, serta kelengkapan kurikulum yang akan diterapkan kepada mahasiswa.
Berbagai tahapan asesmen, baik melalui pemeriksaan dokumen maupun kunjungan lapangan, telah dijalani. Hasilnya, seluruh komponen yang dipersyaratkan dinyatakan memenuhi standar.
“Alhamdulillah ketiganya dinyatakan lulus, baik asesmen dokumen maupun asesman lapangan. Sehingga kami sudah mendapatkan izin untuk segera menyelenggarakan kegiatan pendidikan kedokteran,” jelas Prof Safi’.
Pada tahun akademik perdana, Program Studi Kedokteran UTM akan menerima paling banyak 50 mahasiswa. Kuota tersebut akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar agar proses pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Saat ini kampus tengah mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pembukaan pendaftaran. Informasi resmi mengenai mekanisme penerimaan mahasiswa baru dijadwalkan mulai diumumkan pada Rabu, 3 Juni 2026.
Karena seluruh jalur seleksi nasional perguruan tinggi telah berakhir, calon mahasiswa yang berminat masuk Fakultas Kedokteran UTM nantinya akan diseleksi melalui jalur mandiri yang disiapkan kampus.
“Jadi kami masih ada kesempatan membuka pendaftaran mahasiswa baru prodi kedokteran di jalur mandiri karena jalur nasional sudah lewat. SDM Prodi Kedokteran maupun sarana prasarana dan kurikulum sudah siap,” tegasnya.
Kehadiran Fakultas Kedokteran UTM tidak hanya menjadi prestasi institusi pendidikan, tetapi juga membawa harapan besar bagi masyarakat Madura.
Selama ini, banyak lulusan SMA sederajat yang bercita-cita menjadi dokter harus bersaing di luar daerah karena belum tersedia pendidikan kedokteran di pulau tersebut.
Dengan hadirnya program studi baru itu, akses pendidikan kedokteran bagi putra-putri Madura menjadi semakin terbuka. Di sisi lain, keberadaan fakultas tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam menyiapkan tenaga medis yang dibutuhkan untuk memperkuat layanan kesehatan di Madura dan wilayah sekitarnya. (nda)













