Kapolres Dani Pastikan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Gebyar Batik Pamekasan Jalan Terus

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, KLIKMADURA – Dugaan kasus tindak pidana korupsi kegiatan gebyar batik di lingkungan Disperindag Pamekasan menjadi atensi kepolisian. Belasan orang saksi dimintai keterangan untuk mengungkap dugaan tindak pidana rasuah itu.

Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi pagelaran gebyar batik itu berlanjut. Saat sekarang, masih tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Bahkan, kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan yang menelan anggaran Rp 1,5 miliar itu menjadi atensi. “Kasus ini terus berjalan dan ke depan saya akan atensi,” katanya.

Baca juga :  Kaca Mobil Elf di Pamekasan Pecah Dilempar Batu, Polisi Gelar Patroli di Lokasi Kejadian

Di tempat terpisah, Aktivis Gerakan Mahasiswa Pemandu Revolusi (GEMPUR) Khairul Anam mengatakan, sampai sekarang polisi belum menetapkan tersangka. Padahal, penyelidikan sudah lama dilakukan.

Bahkan, kasus tersebut sudah naik tahap penyidikan. Sebanyak 14 orang saksi diperiksa. Tapi, sampai sekarang belum ada kejelasan.

“Apa kendala yang dihadapi Polres Pamekasan kok sampai sekarang belum ada titik terang?,” kata pria yang biasa disapa Herul.

Herul mengaku kecewa lantaran Polres Pamekasan tak kunjung menetapkan tersangka. Padahal, kasus tersebut sudah lama ditangani.

“Anggaran yang digelontorkan untuk Disperindag dalam pagelaran batik ini tidak sedikit, jika kasus ini dibiarkan begitu saja dan tidak cepat untuk dilakukan penindakan yang serius, saya khawatir kasus ini seperti bau busuk yang terbawa angin, artinya hilang secara perlahan,” terangnya.

Baca juga :  PW Ansor Jatim Soroti Maraknya Tambang Galian C Ilegal di Madura

Herul berjanji akan mengawal penuh kasus tersebut. Harapannya, polisi segera menindaklanjuti dengan serius dan tidak jalan di tempat seperti saat sekarang ini.

“Saya pastikan akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” janjinya.

Diketahui, gebyar batik. Yakni, Kabupaten Malang, Tuban, Jember, Bali, Kediri, dan Probolinggo. (ibl/diend)

Berita Terkait

Raih Penghargaan dari PLN, Founder BIP Siapkan Program Listrik Gratis bagi Warga Miskin
Proyek Rehabilitasi Pasar 17 Agustus Pamekasan Kembali Diusulkan Melalui Perubahan APBD
PLN UP3 Madura Beri Penghargaan kepada Lima Pelanggan Prioritas
Rp4 Miliar Revitalisasi Empat Sentra PKL Pamekasan Gagal Digelar, DPRD Soroti Kinerja Dinas
Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja
Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun
Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Raih Penghargaan dari PLN, Founder BIP Siapkan Program Listrik Gratis bagi Warga Miskin

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Proyek Rehabilitasi Pasar 17 Agustus Pamekasan Kembali Diusulkan Melalui Perubahan APBD

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:10 WIB

PLN UP3 Madura Beri Penghargaan kepada Lima Pelanggan Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun

Berita Terbaru