250 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Maulid Nabi, Jadi Momentum Perbaiki Diri

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan (pegang mik) memberikan sambutan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (ISTIMEWA)

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan (pegang mik) memberikan sambutan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 250 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pamekasan mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahman Lapas Narkotika Pamekasan. Peringatan Maulid Nabi itu sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kerohanian bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kusnan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dua ustaz dari Pondok Pesantren Al-Kautsar, pejabat struktural eselon IV dan V, jajaran petugas lapas, serta sejumlah tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah dan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh warga binaan. Suasana semakin khidmat saat peserta mengikuti pembacaan selawat julus dan mahalul qiyam sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :  477 Mahasiswa UIM Diwisuda, Rektor Paparkan Konsep Lima Menara Ilmu

Kusnan mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbaiki kualitas diri.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah. Bagi Warga Binaan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Kusnan.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam membangun sikap sabar, jujur, disiplin, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

“Semoga melalui pembinaan kerohanian ini, ilmu dan nilai-nilai agama yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga setelah selesai menjalani masa pidana, Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan yang positif,” tambahnya.

Baca juga :  Air Perumdam Trunojoyo Sampang Keruh dan Bau Tak Sedap, Warga Mengeluh

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Abd Wakil, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan warga binaan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk meneladani akhlaknya.

“Maulid bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah, tetapi bagaimana kita menghadirkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan. Rasulullah mengajarkan kesabaran, kasih sayang, kejujuran, dan bagaimana memperlakukan sesama dengan akhlak yang baik. Nilai-nilai inilah yang harus kita bawa dalam kehidupan,” tutur Ustaz Abd Wakil.

Ia juga meminta warga binaan memanfaatkan masa pembinaan di lapas sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kesalahan masa lalu.

Baca juga :  Berkat Gerak Cepat Pemkab Pamekasan, Siswa Putus Sekolah Akhirnya Bisa Kembali Mengenyam Pendidikan

“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah kemauan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi kesalahan. Jadikan masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik dan ketika kembali ke masyarakat nanti, jadilah pribadi yang membawa manfaat,” pesannya.

Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan penampilan albanjari dan ramah tamah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian di Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan.

Melalui pembinaan tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki bekal moral dan spiritual sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (nda)

Berita Terkait

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen
Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 
Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta
Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru