Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joki mengendalikan sapi di laga karapan sapi Kabupaten Pamekasan di lapangan Murtajih, Minggu (11/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Joki mengendalikan sapi di laga karapan sapi Kabupaten Pamekasan di lapangan Murtajih, Minggu (11/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pagelaran karapan sapi tingkat Kabupaten Pamekasan dalam rangka memperingati Hari Jadi (Harjad) ke-496 Kabupaten Pamekasan tahun 2026 tetap berlangsung meski tanpa dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten.

Sebanyak 48 pasang sapi ambil bagian dalam perlombaan yang digelar di Lapangan Murtajih pada Minggu (11/10/2026), dengan pembiayaan kegiatan ditanggung melalui iuran peserta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan karapan sapi tahun ini. Meski demikian, kegiatan tersebut tetap terlaksana berkat komitmen Pakar Sakera Kabupaten Pamekasan bersama para peserta yang bersedia menanggung kebutuhan pembiayaan melalui iuran sebesar Rp2,5 juta per pasang sapi.

Ketua Pakar Sakera Kabupaten Pamekasan, Moch. Fakhrurrozi, berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan kembali menganggarkan kegiatan karapan sapi pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga :  Pembangunan KIHT Mangkrak, Formaasi Pertanyakan Keseriusan Pemkab Pamekasan

Menurutnya, dukungan pemerintah sangat diperlukan agar tradisi budaya khas Madura tersebut dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan.

“Jadi, tolong tahun-tahun berikutnya Disporapar Pamekasan bisa menganggarkan kembali untuk kegiatan karapan sapi ini,” ungkap Moch. Fakhrurrozi.

Rozi menjelaskan, iuran yang dibebankan kepada peserta tidak hanya digunakan untuk membiayai sejumlah hadiah dalam perlombaan tingkat kabupaten, tetapi juga untuk memenuhi tanggungan sebesar Rp100 juta bagi penyelenggaraan Piala Presiden mendatang.

Sementara itu, pemerintah hanya menyediakan dua unit mobil untuk Piala Presiden, sedangkan total kebutuhan hadiah dan pembiayaan lainnya mencapai Rp640 juta yang kemudian dibagi kepada masing-masing kabupaten.

Baca juga :  ABK KM Harapan Baru Jatuh ke Laut, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Menurut Rozi, Ketua Umum Pakar Sakera Pusat, Moh. Tohir, telah memberikan sumbangan sebesar Rp240 juta untuk mendukung kebutuhan tersebut. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan dana sebesar Rp400 juta yang dibagi kepada kabupaten-kabupaten di Madura, sehingga masing-masing kabupaten memiliki tanggungan sebesar Rp100 juta.

“Maka dengan hal itu teman-teman Pakar Sakera di Madura sepakat untuk tidak menyeleksi tingkat kawedanan dan langsung ke tingkat kabupaten dengan catatan mengambil 48 pasang dan per sapinya itu dikenakan iuran Rp2,5 juta untuk memenuhi kebutuhan yang Rp100 juta itu,” jelasnya.

Adapun hadiah yang disiapkan dalam pagelaran karapan sapi tingkat Kabupaten Pamekasan tahun ini di antaranya dua unit sepeda motor dan satu unit sepeda listrik.

Baca juga :  Hozizah, Terdakwa Kasus Penipuan Nasabah Pegadaian Minta Keringanan Hukuman

Penyediaan hadiah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pakar Sakera Kabupaten Pamekasan untuk memastikan tradisi karapan sapi tingkat kabupaten tetap terselenggara meskipun tidak memperoleh alokasi anggaran dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Pamekasan, Khairul Komar, membenarkan bahwa kegiatan karapan sapi tahun ini tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah kabupaten.

Hal tersebut disebabkan anggaran untuk peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan tahun ini hanya sebesar Rp100 juta, sehingga dinilai tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kebutuhan penyelenggaraan karapan sapi.

“Itu Pakar Sakera yang mengadakan, kami tidak ada anggaran. Kami hanya memfasilitasi saja,” pungkasnya, Kamis (1/10/2026). (enk/nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Berita Terbaru

MANIFESTO GELORA PAMEKASAN

UHC Semesta 2027: Membenahi Data, Menjamin Hak Sehat Rakyat Pamekasan

Minggu, 11 Okt 2026 - 02:22 WIB