PAMEKASAN || KLIKMADURA Pembongkaran gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, mulai diusut Satreskrim Polres Pamekasan.
Penyidik memastikan akan memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dengan aksi tersebut, termasuk yang terlibat dalam demonstrasi penolakan ritel modern.
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan setelah bangunan gerai Indomaret dibongkar ratusan massa menggunakan alat berat jenis bulldozer pada Rabu, (7/10/2026).
Pihak kepolisian mengaku sudah mendatangi lokasi, kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan bahkan memasang garis polisi.
“Setelah kejadian perusakan tersebut, kami dari Satreskrim Polres Pamekasan telah melakukan penyelidikan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, dan memasang garis polisi,” katanya saat gelar konferensi pers di halaman Satreskrim Polres Pamekasan, Juma’at, (9/10/2026).
AKP Yoyok menegaskan, penyelidikan tetap berjalan meskipun belum ada laporan dari pihak Indomaret. Penyidik juga akan segera melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk dimintai keterangan.
“Tanpa laporan pun kami sudah bekerja. Berkaitan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian perusakan tersebut, pasti akan kami mintai keterangan,” ucapnya.
Ia juga menyebut masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penggunaan alat berat dalam proses pembongkaran tersebut.
Polisi juga belum memastikan nilai kerugian maupun kemungkinan adanya barang yang hilang dari lokasi kejadian.
“Nanti ya, masih di kami dalami. Kami akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah proses penyelidikan dilakukan,” tandasnya. (ibl/nda).














