PAMEKASAN || KLIKMADURA – SDI Al-Munawwarah Pamekasan menggelar pemilihan Organisasi Santri SDI Al-Munawwarah (OSSDA), Kamis (26/8/2026). Bukan sekadar memilih ketua organisasi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan sejak dini.
Pemilihan diikuti empat kandidat dari siswa-siswi kelas VI. Mereka adalah Azzalia Qaireen Tsamara, Talitha Syakeela Azzalea Rouf, Abdullah Hanif Al Haidar, dan Ahmad Maliki D.S.
Kepala SDI Al-Munawwarah Pamekasan Dedeh Rosidah mengatakan, pemilihan OSSDA merupakan bagian dari proses pembinaan kepemimpinan siswa yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Sebelum masuk tahap pemungutan suara, para kandidat harus melewati sejumlah tahapan. Mulai dari pendaftaran, tes wawancara, hingga tes tulis yang dilakukan oleh pembina OSSDA.
“Mereka mendaftar sendiri. Dari pendaftaran ini sudah terlihat bahwa mereka percaya diri terhadap jiwa kepemimpinan yang mereka miliki. Selanjutnya melalui tahapan tes wawancara dan juga tes tulis,” terang Dedeh.
Setelah dinyatakan lolos sebagai kandidat, para siswa diberi kesempatan menyampaikan visi dan program mereka melalui kampanye di halaman sekolah. Tahapan tersebut sekaligus melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan publik.
“Ini juga mengajarkan keberanian kepada mereka untuk menunjukkan kemampuan berbicara di depan publik,” ujarnya.
Puncak kegiatan berlangsung melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh warga sekolah. Dari proses voting tersebut, Talitha Syakeela Azzalea Rouf akhirnya memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua OSSDA terpilih.
Menurut Dedeh, proses pemilihan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi seluruh kandidat. Mereka tidak hanya belajar memenangkan sebuah kompetisi, tetapi juga memahami pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
“Dari hasil voting itu muncul Ketua OSSDA terpilih, yaitu Talitha Syakeela Azzalea Rouf. Dari empat anak ini mereka sudah luar biasa. Mereka sudah memberikan warna pada tahapan-tahapan pemilu kecil-kecilan ini sebagai bentuk melatih bagaimana caranya jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan lain halnya,” ungkapnya.
Setelah pemilihan, OSSDA akan diisi sekitar 40 siswa yang nantinya mendapatkan tugas sesuai dengan divisi masing-masing. Para pengurus tersebut juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan program sekolah.
Tidak berhenti pada pemilihan, para pengurus OSSDA selanjutnya akan dilantik dan mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dengan menginap selama satu malam.
Dalam LDK, para siswa akan mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan dari sejumlah tokoh yang dinilai memiliki pengalaman dan pengaruh di bidangnya.
Dedeh menjelaskan, pembentukan OSSDA sejalan dengan visi besar SDI Al-Munawwarah Pamekasan. Sekolah ingin membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan kepemimpinan.
“Jadi memang sesuai visi kami yang output-nya memang ingin membentuk bibit-bibit pemimpin yang kelak menjadi pemimpin dunia yang rahmatan lil alamin,” pungkas Dedeh.
Melalui pemilihan OSSDA tersebut, SDI Al-Munawwarah Pamekasan berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan, bertanggung jawab, berkomunikasi, dan bekerja sama.
Dengan pengalaman tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin organisasi di sekolah, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang siap mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. (enk/nda)














