SUMENEP || KLIKMADURA – Temuan gas berbau menyengat dari sumur bor di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama aparat kepolisian.
Sumur yang awalnya digali untuk kebutuhan air bersih itu kini diputuskan untuk ditutup sementara. Langkah tersebut diambil guna menghindari potensi risiko sekaligus meredam keresahan warga sekitar.
Kepala Bagian Perekonomian, Energi, dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, memastikan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama tim gabungan.
“Kami bersama Polres, bagian perekonomian, dan BRIDA sudah melakukan pemantauan langsung. Memang benar ada gas yang keluar dari sumur tersebut,” ujarnya.
Menurut Dadang, gas terdeteksi muncul dari kedalaman sekitar 20 meter. Ciri yang paling terasa adalah aroma menyengat yang menyerupai gas.
Meski demikian, hasil kajian awal menunjukkan bahwa gas tersebut tidak membahayakan lingkungan maupun warga.
“Secara analisis sementara, ini masih aman. Namun, sebagai langkah antisipasi, pengeboran kami hentikan dan sumur ditutup,” tegasnya.
Ia menjelaskan, gas yang muncul dikategorikan sebagai gas permukaan, yakni gas alami yang terbentuk di lapisan dangkal tanah. Jenis ini berbeda dengan gas yang biasa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
“Ini gas permukaan, sering disebut gas metana. Bukan seperti gas yang digunakan sehari-hari,” imbuhnya.
Pemkab Sumenep juga berencana melaporkan temuan tersebut ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Sampel dari lokasi, termasuk air sumur, akan dikirim untuk diteliti lebih lanjut.
Sementara itu, warga setempat, Bakri, menceritakan awal mula kemunculan gas tersebut. Ia menyebut pengeboran sudah berlangsung selama dua hari sebelum kejadian.
Awalnya, sumur sempat mengeluarkan air, meski dalam jumlah terbatas. Namun, setelah air berkurang, muncul gejala tidak biasa dari dalam lubang bor.
“Setelah airnya habis, terdengar suara gemuruh dari dalam. Lalu muncul bau yang tidak sedap,” tuturnya.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Namun, dengan adanya penanganan cepat dari pemerintah, kondisi kini mulai kondusif.
Pemkab mengimbau masyarakat tidak berspekulasi berlebihan, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang. (nda)














