Sidak Dapur SPPG, Ketua Satgas MBG Pamekasan Tegaskan Standar Kesehatan Tak Bisa Ditawar

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas MBG Pamekasan, H. Sukriyanto saat mengecek SPPG di Kecamatan Pademawu. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua Satgas MBG Pamekasan, H. Sukriyanto saat mengecek SPPG di Kecamatan Pademawu. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komitmen menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperketat. Ketua Satgas MBG Pamekasan H. Sukriyanto turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Salah satunya, sidak ke SPPG Yayasan Abdul Mu’thi di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kamis (26/3/2026).

Sidak tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program Presiden RI Prabowo Subianto. Fokusnya, memastikan dapur penyedia MBG benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang telah ditetapkan.

H. Sukriyanto menegaskan, kualitas layanan SPPG tidak boleh stagnan, apalagi menurun. Sebab, program tersebut menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara luas.

Baca juga :  Yayasan Insan Qurani Indonesia Mewisuda 46 Santri Tahfidz

“Sidak ini meninjau langsung berbagai aspek penting. Mulai dari kondisi fasilitas dapur, kelengkapan peralatan, hingga sistem pengelolaan air dan sanitasi,” jelasnya.

Dalam sidak itu, ia menaruh perhatian serius pada alur pengolahan makanan. Mulai dari proses memasak, pencucian peralatan dan bahan makanan, hingga sistem penyimpanan serta pembuangan limbah air.

Menurutnya, standar dapur harus dipenuhi secara menyeluruh, tanpa kompromi. Hal itu penting untuk menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Sukriyanto juga menegaskan, pengawasan tidak akan berhenti pada sidak semata. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan sekaligus mendorong peningkatan kualitas di seluruh SPPG di Pamekasan.

Baca juga :  Ancam Video Telanjang Disebar, Pedofil Asal Sampang Gagahi Siswi Berusia 15 Tahun

Salah satu langkah konkret yang didorong Pemkab Pamekasan adalah kewajiban kepemilikan dua sertifikat utama bagi setiap SPPG.

Yakni, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kedua sertifikat tersebut menjadi indikator penting dalam menjamin keamanan pangan.

“Karena SPPG ini bukan sekadar tempat produksi makanan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara luas.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan kami dalam memastikan program MBG tidak hanya berjalan secara kuantitas tetapi juga berkualitas tinggi,” pungkasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Kios di Pasar Kolpajung Pamekasan Terbakar

Berita Terkait

1.000 Murid SMP di Pamekasan Bakal Dapat Beasiswa, Disdikbud Siapkan Bantuan Rp 500 Ribu per Anak
Tak Main-Main, Polres Pamekasan Sita 582 Motor dari Aksi Balap Liar
Bakti Faiza Sentuh Warga Pagentenan, Ratusan Pasien Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Pamekasan Gagal Berangkat
KBIHU Al-Hilal Berangkatkan 135 Jamaah Haji, Kloter 73 Jadi yang Paling Awal Berangkat
Pemkab Pamekasan Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji, Bupati Ingatkan Jangan Forsir Fisik
Khawatir Konflik Nelayan Branta Tinggi-Gili Raja Meluas, ANI Pamekasan Ngadu Komisi IV DPR RI
Korwil BGN Pamekasan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Pungli hingga Rangkap Jabatan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:49 WIB

1.000 Murid SMP di Pamekasan Bakal Dapat Beasiswa, Disdikbud Siapkan Bantuan Rp 500 Ribu per Anak

Senin, 11 Mei 2026 - 00:17 WIB

Bakti Faiza Sentuh Warga Pagentenan, Ratusan Pasien Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:44 WIB

Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Pamekasan Gagal Berangkat

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:33 WIB

KBIHU Al-Hilal Berangkatkan 135 Jamaah Haji, Kloter 73 Jadi yang Paling Awal Berangkat

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:04 WIB

Pemkab Pamekasan Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji, Bupati Ingatkan Jangan Forsir Fisik

Berita Terbaru