Ledakan Dahsyat Hancurkan Rumah Warga di Batu Putih, Polisi Dalami Dugaan Bahan Mercon

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto memberikan keterangan pers terkait ledakan yang menyebabkan rumah ambruk di Desa Bantelan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep. (ISTIMEWA)

Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto memberikan keterangan pers terkait ledakan yang menyebabkan rumah ambruk di Desa Bantelan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep. (ISTIMEWA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Suasana pagi di Desa Bantelan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, mendadak gempar. Sebuah rumah milik warga tiba-tiba meledak, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Ledakan keras itu membuat bangunan rumah rusak berat. Dua orang yang diduga pasangan suami istri menjadi korban dan mengalami luka cukup serius.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi rumah porak-poranda. Sebagian dinding runtuh, atap ambruk, dan bagian depan bangunan hancur akibat kuatnya ledakan.

Rekaman video dan foto pascakejadian juga cepat beredar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat warga berdatangan ke lokasi, sementara korban telah dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan.

Salah satu warga Desa Bantelan, Basyir, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang menyebabkan rumah itu meledak.

Baca juga :  Warga Kangean Bersatu Tolak Eksplorasi Migas, Sebut Pemerintah Lebih Bela Investor

“Iya benar (rumah meledak), tapi kurang tahu kenapa. Korbannya siapa juga belum tahu pasti,” kata Basyir.

Meski demikian, dia memastikan kerusakan bangunan cukup parah akibat ledakan tersebut. “Penyebabnya saya tidak tahu. Yang jelas memang ada ledakan dan rumahnya rusak parah,” tambahnya.

Dua korban dalam kejadian itu langsung dibawa warga ke Puskesmas Batu Putih untuk mendapatkan penanganan medis. Keduanya sempat menjalani tindakan awal sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Tenaga kesehatan Puskesmas Batu Putih, Rini Antika, mengatakan bahwa kondisi korban memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

“Kondisinya butuh penanganan lebih lanjut. Setelah stabilisasi awal, dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Rini.

Menurutnya, saat tiba di puskesmas kedua korban sudah mengalami luka cukup serius. Fasilitas yang dibutuhkan untuk penanganan lanjutan tidak tersedia di puskesmas.

Baca juga :  Apresiasi Personel Berprestasi, Kapolres Sumenep Serahkan Piagam Penghargaan

Selain pertimbangan medis, keluarga korban juga meminta agar keduanya segera dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan yang lebih intensif. “Pertimbangan medis jadi alasan utama. Keluarga juga meminta supaya segera dirujuk,” ujarnya.

Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto mengungkapkan, dugaan awal penyebab ledakan mengarah pada bahan peledak jenis mercon.

Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber pasti ledakan tersebut. “Diduga kuat dari bahan mercon. Detailnya masih dalam penyelidikan,” kata Anang.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pembuatan mercon. Barang-barang itu antara lain botol plastik bekas air mineral, gulungan kertas, serta lakban atau isolasi.

Seluruh barang yang diduga menjadi bahan pembuatan mercon tersebut telah diamankan oleh tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan.

Baca juga :  Setelah Penantian Panjang, Akhirnya 5.224 Tenaga Honorer di Sumenep Terima SK PPPK Paruh Waktu

Dua korban dalam peristiwa ini diketahui bernama Ainul Yakin (37) dan Imroatus Shalihah (30). Ainul mengalami luka bakar dan luka robek di bagian kepala, sementara Imroatus mengalami luka yang relatif lebih ringan.

Menurut Anang, saat ini satu korban masih menjalani perawatan di RSUD dr Moh Anwar. Sedangkan korban lainnya sudah mendapatkan penanganan medis atas luka ringan yang dialaminya.

“Satu korban luka ringan, satu lagi dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Polisi juga masih menghitung total kerugian akibat ledakan tersebut. Selain itu, penyidik tengah mendalami kemungkinan adanya bahan peledak lain yang sempat disimpan di rumah tersebut.

“Kami juga mendalami berapa banyak bahan yang ada di lokasi,” ungkap Anang. (nda)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bekuk Dua Pria di Saronggi, Sabu 2,14 Gram Disita
Terbuai Janji Bakal Dinikahi, Perempuan Asal Sumenep Dicabuli hingga Hamil
Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan
Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital
Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak
DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru
Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bekuk Dua Pria di Saronggi, Sabu 2,14 Gram Disita

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Terbuai Janji Bakal Dinikahi, Perempuan Asal Sumenep Dicabuli hingga Hamil

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital

Berita Terbaru