Rektor UIM Sandang Gelar Doktor, Tekankan Transformasi Akademik dan Peran Kiai dalam Kesalehan Sosial

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Ahmad Asir foto bersama usai sidang terbuka. (DOK. KLIKMADURA)

Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Ahmad Asir foto bersama usai sidang terbuka. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rektor Universitas Islam Madura (UIM), Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., resmi meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka promosi doktoral di Universitas Merdeka Malang, Selasa (9/12/2025).

Disertasinya berjudul Peran Kepemimpinan Kiai Pengasuh Pondok Pesantren dalam Membangun Kesalehan Sosial (Studi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan Madura).

Dalam penelitian tersebut, Dr. Ahmad mengulas bagaimana kepemimpinan kiai memainkan peran penting dalam membentuk kesalehan sosial masyarakat.

Menurutnya, anggapan sebagian masyarakat yang memandang pengasuh pesantren sebagai figur feodal tidak sepenuhnya tepat. Ia menegaskan bahwa kiai justru menjadi rujukan moral dan sosial.

Baca juga :  Rangkaian Harjad ke-495 Tahun, Pemkab Pamekasan Gelar Gebyar Senam Bersama Ratusan Warga

“Seorang kiai itu adalah bapak bagi masyarakat. Ketika masyarakat berselisih, mereka mengadu kepada kiai. Di situlah peran kepemimpinan itu diuji, bukan sekadar di dalam lingkungan pesantren, tetapi juga dalam menyelesaikan persoalan sosial,” ungkapnya.

Dr. Ahmad menjelaskan bahwa kepemimpinan pesantren dibangun secara sistematis dan kolektif. Struktur perwakilan berjalan, nilai kejujuran ditanamkan, dan kemandirian ekonomi diajarkan kepada para santri.

“Santri pulang membawa bekal kemandirian. Mereka mengajar, berusaha, dan menerapkan apa yang dipelajari di pesantren. Ini bukti bahwa pesantren tidak sesempit tudingan feodal,” tuturnya.

Baca juga :  Nobar Film “Pesta Babi”, KOPRI PMII Sumenep Bongkar Dampak Investasi terhadap Lingkungan dan Ruang Hidup

Ia juga menyinggung fenomena kiai Madura yang dipercaya memimpin daerah hingga menjadi bupati. Dalam posisi itu, kesalehan seorang kiai menghadapi ujian baru.

“Ketika kiai masuk birokrasi, masyarakat akan menilai, apakah kesalehannya tetap sama? Inilah tantangan moral yang tidak mudah,” ujarnya.

Dr. Ahmad berharap capaian akademik ini dapat menjadi pemantik bagi para dosen UIM untuk terus meningkatkan kualitas akademik, termasuk melanjutkan studi hingga jenjang doktoral dan profesor.

“Mencari ilmu tidak mengenal usia. Semangat itu harus terus hidup, baik bagi yang muda maupun yang sudah senior,” tegasnya.

Baca juga :  Nyai Miming Siap Bimbing Peserta Voice Of Islamic Competition

Dengan perolehan gelar ini, UIM menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi akademik dan mendorong produktivitas ilmiah di lingkungan kampus. (ibl/nda)

Berita Terkait

24.114 Siswa Senam Bersama Mendikdasmen RI, Pamekasan Pecahkan Rekor MURI di Puncak Hardiknas 2026
Proyek Puskesmas Bulangan Haji Jadi Temuan BPK, CV Birza Utama Wajib Kembalikan Rp 200 Juta
Kuota Siswa Baru SRMP 29 Pamekasan Terpenuhi, Penjangkauan Capai 32 Anak
Budidaya Rumput Laut Pantai Jumiang Mati Suri, Diskan Pamekasan Ambil Sampel Air Laut
Ratusan Perusahaan Rokok di Madura Naik Status Jadi PKP, Pengusaha Siap-siap “Dijerat” Beban Pajak 9,9 Persen
Kemendikdasmen Setujui Revitalisasi Puluhan Sekolah di Pamekasan 
Kepesertaan BPJS Warga Miskin Dinonaktifkan, GMNI Pamekasan Datangi Dewan
Ketua Dewan Pastikan Tak Masalah Anggota Dewan Masuk Paguyuban Mitra MBG, Dorong Lebih Berani Awasi SPPG

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:46 WIB

24.114 Siswa Senam Bersama Mendikdasmen RI, Pamekasan Pecahkan Rekor MURI di Puncak Hardiknas 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:48 WIB

Proyek Puskesmas Bulangan Haji Jadi Temuan BPK, CV Birza Utama Wajib Kembalikan Rp 200 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:32 WIB

Kuota Siswa Baru SRMP 29 Pamekasan Terpenuhi, Penjangkauan Capai 32 Anak

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:10 WIB

Budidaya Rumput Laut Pantai Jumiang Mati Suri, Diskan Pamekasan Ambil Sampel Air Laut

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:40 WIB

Ratusan Perusahaan Rokok di Madura Naik Status Jadi PKP, Pengusaha Siap-siap “Dijerat” Beban Pajak 9,9 Persen

Berita Terbaru

Momen Fauzi AS makan bersama Tokoh Madura, Prof. Achsanul Qosasi, H. Khairul Umam (H.Her), Dirut PT Garam dan tamu penting lainnya. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:42 WIB