Sumur Bor di Sumenep Keluarkan Aroma Gas Menyengat, Tim Gabungan Lakukan Penutupan

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakak api yang menyembur dari lubang pipa bor sumur di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep. (DOK. KLIKMADURA)

Penampakak api yang menyembur dari lubang pipa bor sumur di Dusun Somangkaan, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Temuan gas berbau menyengat dari sumur bor di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama aparat kepolisian.

Sumur yang awalnya digali untuk kebutuhan air bersih itu kini diputuskan untuk ditutup sementara. Langkah tersebut diambil guna menghindari potensi risiko sekaligus meredam keresahan warga sekitar.

Kepala Bagian Perekonomian, Energi, dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, memastikan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama tim gabungan.

“Kami bersama Polres, bagian perekonomian, dan BRIDA sudah melakukan pemantauan langsung. Memang benar ada gas yang keluar dari sumur tersebut,” ujarnya.

Baca juga :  Satlantas Polres Sumenep Himbau Sopir Truk Muat Material Pakai Terpal dan Tidak Melebihi Muatan

Menurut Dadang, gas terdeteksi muncul dari kedalaman sekitar 20 meter. Ciri yang paling terasa adalah aroma menyengat yang menyerupai gas.

Meski demikian, hasil kajian awal menunjukkan bahwa gas tersebut tidak membahayakan lingkungan maupun warga.

“Secara analisis sementara, ini masih aman. Namun, sebagai langkah antisipasi, pengeboran kami hentikan dan sumur ditutup,” tegasnya.

Ia menjelaskan, gas yang muncul dikategorikan sebagai gas permukaan, yakni gas alami yang terbentuk di lapisan dangkal tanah. Jenis ini berbeda dengan gas yang biasa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca juga :  Lakpesdam NU Sumenep Rumuskan Pengawalan Isu Lingkungan, Bahas Fosfat hingga Migas

“Ini gas permukaan, sering disebut gas metana. Bukan seperti gas yang digunakan sehari-hari,” imbuhnya.

Pemkab Sumenep juga berencana melaporkan temuan tersebut ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Sampel dari lokasi, termasuk air sumur, akan dikirim untuk diteliti lebih lanjut.

Sementara itu, warga setempat, Bakri, menceritakan awal mula kemunculan gas tersebut. Ia menyebut pengeboran sudah berlangsung selama dua hari sebelum kejadian.

Awalnya, sumur sempat mengeluarkan air, meski dalam jumlah terbatas. Namun, setelah air berkurang, muncul gejala tidak biasa dari dalam lubang bor.

Baca juga :  Belasungkawa untuk Affan Kurniawan, Mahasiswa dan Ojol Nyalakan Seribu Lilin di Depan Mapolres Sampang

“Setelah airnya habis, terdengar suara gemuruh dari dalam. Lalu muncul bau yang tidak sedap,” tuturnya.

Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Namun, dengan adanya penanganan cepat dari pemerintah, kondisi kini mulai kondusif.

Pemkab mengimbau masyarakat tidak berspekulasi berlebihan, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak berwenang. (nda)

Berita Terkait

DPC PKB Sumenep Dipastikan Ganti Nakhoda, KH. Imam Hasyim Tak Masuk Bursa Calon Ketua
Diskusi Santai Bersama Buya Aliyadi, Lakpesdam NU Sumenep Petakan Langkah Strategis Kawal Isu Lingkungan
Buya Aliyadi Mustofa Hadiri Muscab PKB Sumenep, Dorong Soliditas Menuju Kemenangan
PC Ansor Sumenep Soroti Nasib Petani Tembakau Madura Belum Sejahtera di Tengah DBHCHT Fantastis
Sowan ke Rois, Lakpesdam NU Sumenep Kokohkan Komitmen Kawal Isu Lingkungan 
Hemat BBM, Bupati Fauzi Tetapkan Jumat Tanpa Kendaraan Bermotor Bagi ASN
Dapat Hibah PLTS, Dua Ribu Warga di Dua Desa Bakal Nikmati Listrik Bersih 24 Jam
Alhamdulillah, Ribuan PPPK Paruh Waktu di Sumenep Bakal Terima THR Masing-masing Rp 300 Ribu

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 23:50 WIB

DPC PKB Sumenep Dipastikan Ganti Nakhoda, KH. Imam Hasyim Tak Masuk Bursa Calon Ketua

Minggu, 5 April 2026 - 17:15 WIB

Diskusi Santai Bersama Buya Aliyadi, Lakpesdam NU Sumenep Petakan Langkah Strategis Kawal Isu Lingkungan

Minggu, 5 April 2026 - 12:52 WIB

Buya Aliyadi Mustofa Hadiri Muscab PKB Sumenep, Dorong Soliditas Menuju Kemenangan

Minggu, 5 April 2026 - 07:09 WIB

PC Ansor Sumenep Soroti Nasib Petani Tembakau Madura Belum Sejahtera di Tengah DBHCHT Fantastis

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:13 WIB

Sowan ke Rois, Lakpesdam NU Sumenep Kokohkan Komitmen Kawal Isu Lingkungan 

Berita Terbaru