SAMPANG || KLIKMADURA – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Sepeda motor Honda Vario putih bernopol M 4295 PH bertabrakan dengan mobil pickup hitam bernopol AG 9077 AH.
Kecelakaan tersebut merenggut nyawa Sawalia Diva Azizah (19), mahasiswi Poltekes Sampang. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan rekannya, Raisya Faradila (19), yang saat itu membonceng korban, mengalami luka ringan.
Kanit Laka Polres Sampang IPDA Nasrun Wijaya Santoso, mewakili Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sulaiman, S.H., menjelaskan, kecelakaan bermula saat pickup yang dikemudikan Ach. Murtado (39), warga Mojokerto, melaju dari arah barat menuju Sumenep.
Saat kendaraan tiba di kawasan jalan yang menikung, dari arah berlawanan melaju sepeda motor yang dikendarai Sawalia Diva Azizah dengan membonceng Raisya Faradila. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, sepeda motor tersebut sedang berupaya menyalip kendaraan yang berada di depannya.
Manuver menyalip dilakukan ketika sepeda motor melintasi tikungan. Pada saat bersamaan, pickup melaju dari arah berlawanan sehingga jarak kedua kendaraan semakin dekat dan ruang untuk menghindar menjadi terbatas.
Tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras menyebabkan Sawalia Diva Azizah meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Raisya Faradila mengalami luka ringan dan mendapat penanganan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menangani korban, serta mengamankan dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
IPDA Nasrun Wijaya Santoso mengingatkan para pengendara agar lebih memperhitungkan kondisi jalan sebelum melakukan manuver, terutama ketika melintasi kawasan tikungan. Kewaspadaan menjadi penting untuk mengantisipasi kendaraan dari arah berlawanan.
“Selalu berhati-hati, jaga kewaspadaan dan perhatikan rambu-rambu lalu lintas. Tingkatkan tertib berlalu lintas, gunakan helm standar serta pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik,” ujarnya.
Peristiwa tragis tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus faktor yang menyebabkan kecelakaan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa manuver menyalip di tikungan memiliki risiko tinggi, terlebih ketika jarak pandang terbatas dan terdapat kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Polisi masih mendalami seluruh fakta di lapangan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut. (ali/nda)














