Puskesmas Teja Pamekasan Hadirkan Yankestrad, Akupresur hingga TOGA Jadi Pilihan Masyarakat

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan dan Dokter Umum Puskesmas Teja Pamekasan Anis Yulianti Shafarini, S.KM., bersama dr. Lisa Arttistika Pabidang saat sesi podcast di Klik Madura. (YUSRIL RAHMAN SYAKUR/KLIK MADURA)

Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan dan Dokter Umum Puskesmas Teja Pamekasan Anis Yulianti Shafarini, S.KM., bersama dr. Lisa Arttistika Pabidang saat sesi podcast di Klik Madura. (YUSRIL RAHMAN SYAKUR/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puskesmas Teja Pamekasan terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan tradisional atau Yankestrad yang memadukan layanan akupresur dengan gerakan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA).

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Puskesmas Teja untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Desa Teja Timur dan sekitarnya. Program Yankestrad tersebut baru berjalan sekitar enam bulan.

Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan Puskesmas Teja Pamekasan Anis Yulianti Shafarini, S.KM., menjelaskan bahwa salah satu layanan yang diberikan adalah akupresur. Metode tersebut dilakukan melalui pemijatan pada titik-titik tertentu di permukaan tubuh.

Namun, pelaksanaan akupresur tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Layanan tersebut harus ditangani tenaga yang memiliki kompetensi dan telah mengikuti pelatihan serta memiliki sertifikat.

Baca juga :  250 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Maulid Nabi, Jadi Momentum Perbaiki Diri

“Pelayanannya masih baru berjalan enam bulan, dan hal itu harus dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah memiliki sertifikat karena ada pelatihannya itu,” terangnya.

Anis menegaskan, pelayanan akupresur bukan pengganti obat maupun penanganan medis oleh dokter. Yankestrad di Puskesmas Teja tetap menjadi layanan pendukung yang berjalan beriringan dengan pelayanan kesehatan medis.

Dengan demikian, masyarakat yang mendapatkan layanan kesehatan tradisional tetap dapat memperoleh penanganan sesuai prosedur medis apabila diperlukan.

Selain akupresur, Puskesmas Teja juga mengembangkan inovasi melalui gerakan menanam tanaman obat keluarga atau TOGA. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teja didorong untuk menanam tanaman obat di lingkungan rumah masing-masing.

Baca juga :  Gelar Rakerda V, IWO Pamekasan Dorong Profesionalisme Wartawan Online

Menurut Anis, keberadaan tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan untuk penanganan keluhan atau penyakit dengan skala ringan. Masyarakat dapat meracik obat herbal secara mandiri sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

“Jadi itu yang termasuk penyakit skala ringan, bisa meracik obat herbal terlebih dahulu. Kalau misalkan belum sembuh bisa dibawa ke Puskesmas Teja,” ujar Anis.

Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Teja Pamekasan dr. Lisa Arttistika Pabidang mengatakan, sejumlah penyakit yang cukup banyak ditemukan di masyarakat wilayah kerja Puskesmas Teja antara lain hipertensi dan penyakit yang berkaitan dengan kadar gula darah.

Selain itu, terdapat pula kasus osteoarthritis atau OA. Penyakit tersebut merupakan gangguan pada persendian yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri hingga pembengkakan pada sendi.

Baca juga :  Three Five Cafe and Resto Kembali Hadir dengan Nuansa Kekinian

Menurut dr. Lisa, sekitar 83 persen kasus OA terjadi pada bagian lutut. Kondisi tersebut juga lebih banyak dialami perempuan.

“Mayoritas penderita OA tersebut yaitu perempuan menurut penelitian 12,7 persen dan 5 persen laki-laki,” jelasnya.

Meski mengalami gangguan pada persendian, penderita OA tetap membutuhkan aktivitas fisik. Menurut dr. Lisa, olahraga tetap diperlukan untuk menjaga tubuh dan persendian agar tidak kaku.

Namun, aktivitas fisik yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing penderita.

“Iya harus diimbangi dengan olahraga. Biar tidak kaku, karena kalau makanan itu tidak ada pantangan, jadi harus olahraga,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup
PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab
Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi
Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP
Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat
KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class
Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim
AJP Salurkan Air Bersih di 11 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:39 WIB

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup

Selasa, 8 September 2026 - 10:36 WIB

PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab

Senin, 7 September 2026 - 11:11 WIB

Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi

Senin, 7 September 2026 - 01:08 WIB

Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat

Minggu, 6 September 2026 - 13:56 WIB

KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class

Berita Terbaru