Satu Orang Bawa Empat Motor Demi Dapat Pertalite, Antrean SPBU Banyuanyar Sampang Mengular Lebih dari 1 Kilometer

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi antrean BBM di SPBU Banyuanyar, Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Kondisi antrean BBM di SPBU Banyuanyar, Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 54.629.05 Banyuanyar, Kabupaten Sampang, mengular hingga lebih dari satu kilometer.

Panjangnya antrean diduga turut dipengaruhi aktivitas pedagang bensin eceran yang membeli BBM secara berulang menggunakan sejumlah sepeda motor.

Pantauan di lokasi, satu orang pedagang bahkan membawa tiga hingga empat sepeda motor sekaligus ke SPBU. Motor tersebut digunakan secara bergantian untuk membeli Pertalite sesuai batas pembelian yang berlaku.

Setelah tangki kendaraan terisi, bahan bakar kemudian disedot kembali untuk dijadikan stok dan dijual secara eceran. Pola tersebut dilakukan secara berulang.

Dalam sehari, seorang pedagang disebut dapat kembali mengantre di SPBU hingga delapan sampai sepuluh kali. Aktivitas itu terjadi di tengah pembatasan pembelian Pertalite dan tidak diperbolehkannya pembelian BBM menggunakan jeriken.

Baca juga :  Digrebek saat Berduaan dengan Staf, Dinkes Sampang Bakal Panggil Kepala Puskesmas Robatal Pekan Depan

Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang bensin eceran mencari cara lain untuk mendapatkan stok dagangan. Salah satunya dengan memanfaatkan beberapa kendaraan untuk melakukan pembelian secara berulang.

Salah seorang pedagang bensin eceran, Rusmina, mengaku kesulitan mendapatkan stok sejak pembelian menggunakan jeriken tidak diperbolehkan. Dia mengaku terpaksa menggunakan cara tersebut untuk memenuhi kebutuhan usahanya.

“Namanya orang jualan apa saja pasti dilakukan, Mas. Kalau bisa beli pakai jeriken, nggak mungkin saya susah-susah begini,” kata Rusmina.

Praktik pembelian berulang menggunakan sejumlah sepeda motor tersebut juga diketahui oleh petugas SPBU. Salah seorang petugas SPBU bernama Rifa menyebut, sebagian besar pembeli yang mengantre merupakan penyetok BBM untuk dijual kembali secara eceran.

Baca juga :  27 Orang Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak Usia 15 Tahun, Polres Sampang Tangkap 12 Terduga Pelaku

“Kebanyakan penyetok untuk dijual kembali,” ujarnya.

Keberadaan pedagang yang melakukan pembelian secara berulang membuat sebagian masyarakat merasa waktu tunggu untuk mendapatkan Pertalite semakin panjang.

Salah seorang pengguna kendaraan, Rozak, menilai kondisi tersebut merugikan masyarakat yang membeli BBM untuk kebutuhan kendaraan pribadi.

“Ini merugikan, Mas, karena tidak semua mau memakai Pertamax. Dengan adanya praktik seperti ini bisa menyebabkan antrean tambah parah,” katanya.

Meski demikian, Rozak mengaku tidak sepenuhnya menyalahkan para pedagang bensin eceran. Menurutnya, para pedagang juga memiliki kebutuhan untuk mendapatkan stok demi mempertahankan usaha mereka.

Baca juga :  Komisi II DPRD Sampang Dukung Pengesahan Perpres Penyederhanaan Rantai Distribusi Pupuk

“Tapi saya tidak bisa menyalahkan penjual saja karena mereka jualan. Harusnya ada langkah yang pasti agar semua mendapat maslahat,” tambahnya.

Antrean panjang di SPBU Banyuanyar memperlihatkan persoalan di lapangan yang semakin kompleks. Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan Pertalite bertemu dengan kebutuhan pedagang bensin eceran yang juga berupaya memperoleh stok untuk dijual kembali.

Di satu sisi, pembelian menggunakan jeriken tidak diperbolehkan. Namun, di sisi lain, pembelian melalui sejumlah kendaraan secara berulang terus terjadi hingga berpotensi memperpanjang antrean.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite. Sementara pedagang bensin eceran tetap mencari berbagai cara agar stok BBM untuk usaha mereka tetap tersedia. (ali/nda)

Berita Terkait

Satlantas Sampang Ingatkan Risiko ETLE dan Pajak, Kendaraan Bekas Harus Segera Balik Nama
Forkopimda Sampang Sidak SPBU Pliyang, Stok BBM Subsidi Diklaim Aman
Petani Garam Sampang Bergantung pada Segelintir Gudang, Pembeli Alternatif Dibutuhkan
Dalami Dugaan Skandal Perselingkuhan Kapus Robatal, Polisi Bakal Panggil Ulang Istri Dokter Benny
Usai Keluar dari SPBU, Mobil Xenia Terbakar dan Tabrak Tiang di Sampang, Dua Orang Terluka
Kejar Tender LPJU, Dishub Sampang Pangkas Waktu Pengerjaan Jadi 45 Hari
Soal Dugaan Tambang Ilegal di Desa Temoran, Kanit Reskrim Polsek Omben: Saya Tahu, Tapi Silahkan Tanya Polres!
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Ditemukan Meninggal di Pantai Camplong Sampang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Satlantas Sampang Ingatkan Risiko ETLE dan Pajak, Kendaraan Bekas Harus Segera Balik Nama

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Forkopimda Sampang Sidak SPBU Pliyang, Stok BBM Subsidi Diklaim Aman

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Petani Garam Sampang Bergantung pada Segelintir Gudang, Pembeli Alternatif Dibutuhkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Dalami Dugaan Skandal Perselingkuhan Kapus Robatal, Polisi Bakal Panggil Ulang Istri Dokter Benny

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Usai Keluar dari SPBU, Mobil Xenia Terbakar dan Tabrak Tiang di Sampang, Dua Orang Terluka

Berita Terbaru

Pengendara melintas di area penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (19/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 10:43 WIB