Berdalih Keterbatasan Anggaran, Pasar Kolpajung Senilai Rp81,7 Miliar Masih Berpagar Seng

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berada di sekitar Pasar Kolpajung yang tampak megah meski masih berpagar seng. (MOHAMMAD IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Warga berada di sekitar Pasar Kolpajung yang tampak megah meski masih berpagar seng. (MOHAMMAD IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bangunan megah Pasar Kolpajung Pamekasan yang menelan anggaran sekitar Rp 81,72 miliar hingga kini belum dilengkapi pagar permanen.

Sebagai pengaman sementara, kawasan pasar terbesar di Kabupaten Pamekasan itu masih menggunakan pagar penghadang dari seng.

Pembangunan pagar permanen sebenarnya telah diusulkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman mengatakan, pihaknya telah menyarankan agar dinas terkait kembali mengajukan anggaran pembangunan pagar tersebut. Menurutnya, penggunaan pagar seng membuat tampilan pasar kurang indah.

Baca juga :  Kabar Gembira! BPJS Kesehatan Nonaktif di Pamekasan Kini Bisa Diaktifkan Kembali

Karena itu, ia menekankan pentingnya penataan kawasan pasar agar terlihat lebih rapi dan menarik.

“Kalau melihat Pasar Kolpajung menggunakan pagar seng memang kurang bagus, keindahannya kurang. Kita tekankan agar penataan gedung harus terlihat bagus,” katanya.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Pamekasan Handiko Bayuadi mengaku bahwa pihaknya sudah mengusulkan anggaran pembangunan pagar sejak tahun 2025.

Namun, usulan tersebut belum terealisasi lantaran keterbatasan APBD, terutama setelah adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.

“Sudah kami usulkan dari tahun kemarin, tapi anggaran APBD belum ada,” ujarnya.

Baca juga :  Dorong Pengembangan UMKM Desa Pakong, Mahasiswa KKN Unira dan IAIN Madura Gelar Seminar Kolaboratif

Menurut Handiko, saat ini Disperindag masih memprioritaskan pemenuhan anggaran rutin yang juga belum sepenuhnya terpenuhi. Sejumlah kebutuhan operasional pasar seperti pencetakan karcis, pembayaran listrik, pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), hingga operasional lainnya masih menjadi fokus utama.

“Anggaran rutin saja masih belum terpenuhi, jadi sementara kami fokus ke anggaran rutin,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kolpajung Slamet Efendi mengungkapkan, pagar seng tersebut sempat diminta untuk dirobohkan oleh sejumlah pedagang. Mereka menilai pagar tersebut menghalangi pandangan ke area pasar dari luar.

Baca juga :  Baru Dua Hari Dibuka, Posko Pengaduan BPJS Nonaktif Terima 64 Aduan

Namun, pengelola pasar menolak permintaan tersebut karena dikhawatirkan dapat memicu kehilangan barang di area pasar.

“Kami tidak mau kalau pagar seng itu dirobohkan, khawatir banyak kehilangan. Jadi kami memilih memotong sebagian seng agar pasar lebih kelihatan dari luar,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru