Serapan Anggaran Baru 1,3 Persen, Komisi IV DPRD Pamekasan Soroti Kinerja Bagian Kesra

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ruang rapat Komisi IV DPRD Pamekasan saat rapat bersama Bagian Kesra Setkab Pamekasan. (ISTIMEWA)

Suasana ruang rapat Komisi IV DPRD Pamekasan saat rapat bersama Bagian Kesra Setkab Pamekasan. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rendahnya serapan anggaran pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Pamekasan menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Pamekasan.

Hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, realisasi belanja dinilai masih jauh dari harapan sehingga memunculkan sejumlah pertanyaan dari kalangan legislator.

Persoalan tersebut mencuat saat Komisi IV memanggil jajaran Bagian Kesra Setdakab Pamekasan untuk rapat koordinasi pada Selasa (2/6/2026).

Dalam forum itu, dewan meminta penjelasan terkait progres pelaksanaan program dan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli, mengungkapkan bahwa serapan anggaran Bagian Kesra hingga saat ini masih berada di kisaran 1,3 persen. Dari total pagu anggaran sekitar Rp 23 miliar, realisasi belanja disebut baru mencapai sekitar Rp 300 juta.

Baca juga :  Optimistis Akan Lebih Baik, Akhmad Ma'ruf Serukan Terbentuknya Provinsi Madura

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena sebagian besar program yang berada di bawah Bagian Kesra berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sudah memanggil Bagian Kesra Setdakab Pamekasan pada Selasa kemarin. Semua sudah kami tanyakan, jadi memang ini harus ada keterbukaan karena menyangkut program-program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti rendahnya realisasi anggaran, Komisi IV juga menemukan adanya perubahan sejumlah program dan kegiatan yang diduga dilakukan tanpa pembahasan bersama legislatif. Temuan itu diketahui setelah dewan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait.

Pria yang akrab disapa Edy itu menilai, perubahan program semestinya tetap dikomunikasikan dengan DPRD, khususnya Komisi IV sebagai mitra kerja. Dengan demikian, seluruh proses perencanaan dan penganggaran dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Baca juga :  Saksi Temukan Dugaan Penggelembungan Suara di Salah Satu TPS Dapil V Pamekasan

Salah satu hal yang menjadi perhatian yakni pengalokasian anggaran pada bidang bina mental yang disebut mencapai 30 hingga 50 persen dari total anggaran, atau sekitar Rp 13 miliar termasuk akumulasi program dari tahun sebelumnya.

“Itu terkuak usai pemanggilan kemarin. Kalau tidak dilakukan rakor mungkin kami tidak tahu terkait hal itu,” ujarnya.

Politikus yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan tersebut meminta agar pola komunikasi antara eksekutif dan legislatif diperbaiki.

Menurutnya, setiap perubahan program maupun kebijakan anggaran harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan DPRD sebagai fungsi pengawasan.

“Iya meskipun mengacu pada Perbup, tapi tidak boleh terjadi lagi. Ujug-ujug bawa data dan sudah berubah semua,” tegasnya.

Baca juga :  Bersih-bersih Jelang Ramadhan, Polres Pamekasan Sita Ratusan Botol Miras

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesra Setdakab Pamekasan, Dayat, membenarkan bahwa realisasi anggaran di instansinya masih rendah. Ia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena sejumlah kegiatan memang belum dilaksanakan.

Namun, Dayat tidak menjelaskan secara rinci alasan keterlambatan pelaksanaan kegiatan maupun terkait dugaan perubahan program yang tidak melibatkan DPRD.

“Yang tidak melibatkan Komisi IV itu di kegiatan hibah,” singkatnya.

Komisi IV DPRD Pamekasan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran di lingkungan Bagian Kesra.

Tujuannya, agar seluruh kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (enk/nda)

Berita Terkait

Triwulan Kedua Kasus HIV/AIDS Tembus Puluhan Penderita, Hubungan Sesama Jenis Menjadi Penyebab Utama
Indomaret Buka Suara Soal Penolakan Gerai di Panaan, Klaim Sudah Kantongi Persetujuan Tokoh dan Kepala Desa
Pamekasan Jadi Tuan Rumah Harkopnas Jatim Ke-79, Bupati Siap Benahi Koperasi Tak Aktif dan Percepat Koperasi Merah Putih
Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Titik Konsolidasi, Koperasi Didorong Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah
PWI Pamekasan Dukung Langkah Hukum terhadap Hotman Paris, Nilai Ucapan kepada Wartawan Lukai Martabat Pers
Alumni Ponpes se-Palengaan Geruduk Pendapa, Desak Bupati Batalkan Pendirian Indomaret di Desa Panaan
Libatkan Petani hingga Perusahaan Rokok, DKPP Pamekasan Matangkan Penetapan BPP Tembakau
Digischool Resmi Dimulai, Disdikbud Pamekasan Gandeng Klik Madura Perkuat Branding Sekolah Lewat Media Sosial

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:26 WIB

Triwulan Kedua Kasus HIV/AIDS Tembus Puluhan Penderita, Hubungan Sesama Jenis Menjadi Penyebab Utama

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Indomaret Buka Suara Soal Penolakan Gerai di Panaan, Klaim Sudah Kantongi Persetujuan Tokoh dan Kepala Desa

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:53 WIB

Pamekasan Jadi Tuan Rumah Harkopnas Jatim Ke-79, Bupati Siap Benahi Koperasi Tak Aktif dan Percepat Koperasi Merah Putih

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:59 WIB

Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Titik Konsolidasi, Koperasi Didorong Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah

Senin, 20 Juli 2026 - 12:26 WIB

Alumni Ponpes se-Palengaan Geruduk Pendapa, Desak Bupati Batalkan Pendirian Indomaret di Desa Panaan

Berita Terbaru