PAMEKASAN || KLIKMADURA – Aktivitas tempat kebugaran tubuh di Pamekasan menjadi sorotan para ulama. Pemicunya, karena laki-laki dan perempuan bercampur di satu tempat. Sementara pakaian yang dikenakan cenderung mengundang syahwat.
Sejumlah perwakilan organisasi ulama yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Pamekasan (GUIP) akan segera mengambil sikap. Salah satunya, dengan mendatangi Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman.
Perwakilan GUIP, Abdul Halim mengatakan, aktivitas di tempat gym sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan. Sebab, berdasarkan laporan yang dia terima, laki-laki dan perempuan saat beraktivitas bercampur di satu tempat.
Apalagi, pakaian yang dikenakan cenderung mengundang syahwat. Dengan demikian, pemerintah harus turun tangan membuat kebijakan agar aktivitas di tempat kebugaran tubuh itu tidak melanggar norma agama.
“Kami tidak anti investasi, tetapi setiap usaha yang dijalankan harus tetap berpedoman pada norma agama,” katanya.
Pria yang juga Sekretaris Mahkamah Front Persaudaraan Islam (FPI) Pamekasan itu menyampaikan, seluruh ulama yang tergabung dalam GUIP bersepakat mengambil sikap.
Dalam waktu dekat, mereka akan menemui Bupati Pamekasan. Harapannya, ada solusi terbaik agar tempat gym tersebut berjalan sesuai dengan aturan dan norma agama.
Halim menyampaikan, ada beberapa opsi yang sempat muncul. Di antaranya, harus ada tempat terpisah antara laki-laki dan perempuan. Kemudian, opsi lainnya yakni, jadwal gym dipisah.
“Misalnya, siang khusus laki-laki dan malam khusus perempuan. Terserah bagaimana teknisnya, yang penting antara laki-laki dan perempuan tidak bercampur,” tandasnya. (nda)













