Triwulan Kedua Kasus HIV/AIDS Tembus Puluhan Penderita, Hubungan Sesama Jenis Menjadi Penyebab Utama

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin saat diwawancarai di ruangannya (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin saat diwawancarai di ruangannya (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak bisa dianggap remeh, penyakit yang timbul dari virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.

Bahkan sepanjang tahun 2025 kemarin Kabupaten Pamekasan mencatat ada 89 kasus, sedangkan di tahun 2026 ini, sejak Januari hingga 21 Juli sudah terdapat 38 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifudin melalui Plt Kabid P2P Avira Sulistyowati menyampaikan, dari 43 kasus tersebut 31 kasus melakukan pengobatan On Antiretroviral (ARV). Sedangkan sisanya tidak bersedia dilakukan pengobatan, namun juga ada yang melakukan pengobatan di daerah lain.

“Yang tidak mau itu sudah kami edukasi juga terkait pengobatan ARV ini. Tapi, kami juga tidak bisa melakukan pemaksaan kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Baca juga :  Dipastikan Bersih Tanpa Praktik Transaksional, Bupati Kholilurrahman Tantang Buktikan Isu Jual Beli Jabatan

Adapun untuk penyebab HIV yang bisa menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) itu dengan penularan diantaranya melalui sperma ataupun darah. Bahkan untuk faktor peningkatannya bisa dari hubungan seksual secara bebas, penyalahgunaan narkoba khususnya pada jarum suntik yang bergantian. Kemudian minimnya pemahaman tentang HIV/AIDS pada masyarakat dan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) sehingga takut melakukan skrining dan pengobatan.

Avira tidak menampik bahwasanya hubungan sesama jenis menjadi faktor utama yang menimbulkan penyakit HIV/AIDS ini. Bahkan kasus terbanyak di Kabupaten Pamekasan terjadi pada laki-laki dengan rentang usia 25-40 tahun.

“Itu hasil dari skrining kesehatan di beberapa faskes di Kabupaten Pamekasan,” ujarnya.

Baca juga :  Bea Cukai Madura Amankan 72 Koli Rokok Ilegal

Di Kabupaten Pamekasan ada 21 Puskesmas, 2 RSUD dan sejumlah RS serta beberapa klinik yang bisa melayani konseling dan tes HIV.

Namun, untuk pemberian pengobatan ARV hanya ada di dua Puskesmas yakni Puskesmas Kowel dan Puskesmas Larangan.

Serta, RSUD Slamet Martodirdjo dan RS Moh Noer yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI menjadi faskes layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP).

Avira menegaskan, upaya konkrit yang telah dilakukan Dinkes Pamekasan diantaranya penguatan KIE, pemeriksaan skrining bagi masyarakat beresiko.

Kemudian penelusuran dan pemantauan ODHIV dalam pengobatan, lalu penguatan integrasi layanan tes HIV pada pasien IMC, TBC, bumil, layanan kespro juga calon pengantin.

Baca juga :  Harga Tembakau Madura Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

“Untuk KIE kami lakukan kepada masyarakat khususnya generasi muda yang dilakukan rutin yang diadakan di Ponpes, Sekolah serta perguruan tinggi. Bahkan organisasi keagamaan juga lintas sektor seperti Disdikbud juga Kemenag,” jelasnya.

Ia berharap, dalam melakukan hubungan seksual harus yang sehat dalam artian setia pada pasangan, kemudian menghindari NAPZA dan obat terlarang.

Lalu melakukan skrining HIV yang dilakukan gratis masyarakat beresiko pada pasien IMS, TBC, bumil, layanan kespro dan catin.

“Dan juga sesuai dari Pengendalian Pencegahan HIV yang diterapkan Three Zero HIV AIDS, yaitu zero infeksi baru HIV, zero kematian akubat HIV, zero stigma dan diskriminasi ODHIV,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret
PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik

Berita Terbaru