Terkait Pengembalian Dana Kapitasi, Kapus Talang Sebut Bukan Pemotongan Tapi Urunan Sukarela

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Keluhan karyawan Puskesmas Talang terkait pemotongan poin kinerja dan pengembalian dana kapitasi sebesar 10 persen terus bergulir.

Para karyawan mengeluh. Sebab, selain harus mengembalikan pendapatan dari dana kapitasi, mereka mengaku poin kinerja juga kerap dipangkas sehingga berdampak pada pendapatan.

Kepala Puskesmas Talang Pamekasan drg. Khaliliya Syaifiyati menjelaskan mengenai keluhan para karyawan tersebut. Menurut dia, dana yang dikumpulkan oleh karyawan bukan pemotongan. Melainkan, sumbangan sukarela.

Dana hasil sumbangan sukarela itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya kegiatan sosial seperti menjenguk karyawan sakit.

Baca juga :  478 Mahasiswa dari 16 Prodi Diwisuda, Rektor UIM Tekankan Nilai Islam Tetap Dipertahankan

“Kami urunan, terkadang juga saya mengeluarkan uang pribadi, tidak ada pemotongan kapitasi karyawan,” ungkapnya.

Namun, saat sekarang urunan tersebut diberhentikan usai adanya informasi dugaan kasus pemotongan dana kapitasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifudin juga mengaku menelusuri langsung terkait informasi dugaan pemotongan dana kapitasi itu. Hasilnya, penyaluran dana kapitasi tersebut sesuai dengan ketentuan.

“Kami sudah turlap (turun lapangan). Penyalurannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan dana kapitasi di Puskesmas Talang Siring Pamekasan sudah merujuk terhadap sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Baca juga :  Miris! 5 Balita Meninggal Akibat Campak di Pamekasan Ternyata Derita Gizi Buruk

Perinciannyq, 60 persen digunakan untuk jasa pelayanan dan 40 persen sisanya digunakan untuk operasional.

Kemudian, pada prosesnya ada sebagian yang digunakan untuk kegiatan sosial seperti menjenguk keluarga karyawan yang sakit dan membayar cleaning service non-ASN yang telah bekerja sejak lama.

“Saya rasa sah-sah saja, karena ini juga bentuk kepedulian antar sesama. Asalkan sama-sama sepakat,” kata dr. Saifudin.

Dia menegaskan, kesolidan dan menjalin komunikasi yang baik adalah kunci utama di masing-masing instansi.

Dengan demikian, dia berharap, dugaan permasalahan seperti yang terjadi di Puskemas Talang tidak kembali muncul. (enk/pen)

Baca juga :  Haji Her Dapat Gelar Bangsawan Dari Keraton Surakarta Hadiningrat

Berita Terkait

Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen
Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak
Sajikan Lele Mentah, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG As-Salman Pamekasan
Satgas MBG Pamekasan Siap Tindak Tegas SPPG Bermasalah, Dapur Tak Sesuai Prosedur Terancam Ditutup
Tiga Terdakwa Kasus Pembunuhan Lesong Daja Jalani Sidang Perdana di PN Pamekasan
Puluhan Aktivis PMII UIN Madura Geruduk Kantor Bupati Pamekasan, Pertanyakan Kinerja Satgas MBG dan Korwil BGN
Ketua DPRD Pamekasan Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, Bakal Panggil Semua Faskes
Peringati Malam Nuzulul Qur’an, UIM Gelar Istigasah dan Santunan Anak Yatim

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:52 WIB

Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:23 WIB

Sajikan Lele Mentah, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG As-Salman Pamekasan

Jumat, 13 Maret 2026 - 03:37 WIB

Satgas MBG Pamekasan Siap Tindak Tegas SPPG Bermasalah, Dapur Tak Sesuai Prosedur Terancam Ditutup

Kamis, 12 Maret 2026 - 07:00 WIB

Puluhan Aktivis PMII UIN Madura Geruduk Kantor Bupati Pamekasan, Pertanyakan Kinerja Satgas MBG dan Korwil BGN

Berita Terbaru

Opini

Cukup Engkau Saja

Jumat, 13 Mar 2026 - 04:16 WIB