PAMEKASAN || KLIKMADURA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pamekasan dipastikan berjalan matang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mulai menggodok persiapan sejak Februari, terutama penyusunan petunjuk teknis (juknis).
Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Pamekasan, Ridwan, mengungkapkan bahwa secara umum jalur penerimaan tidak mengalami perubahan signifikan. Skema masih mengacu pada tahun sebelumnya, yakni jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili.
Namun, ada tambahan syarat pada jalur prestasi. Calon peserta didik diwajibkan melampirkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Secara umum sama, hanya ada penguatan di jalur prestasi dengan syarat TKA,” ujarnya.
Dari sisi daya tampung, sekolah-sekolah besar masih mempertahankan kuota. SMPN 1 Pamekasan dan SMPN 2 Pamekasan masing-masing tetap membuka 10 rombongan belajar (rombel). Sementara itu, SMPN 2 Palengaan mendapat tambahan satu rombel menjadi tiga rombel.
Ridwan menambahkan, tahapan SPMB direncanakan dimulai pada Juni 2026. Penentuan waktu tersebut mempertimbangkan agar tidak terjadi jeda panjang dengan awal tahun ajaran baru 2026/2027.
“Pelaksanaan masih dimatangkan melalui rapat internal dan akan dilaporkan ke pimpinan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti,” katanya.
Di tingkat sekolah, kesiapan juga mulai dimantapkan. Kepala SMPN 1 Pamekasan, Jamil, menegaskan pihaknya akan mengikuti penuh regulasi yang ditetapkan Disdikbud.
Biasanya, kata dia, aturan teknis mulai disosialisasikan pada Mei. Untuk kuota, sekolahnya tetap membuka 10 rombel dengan masing-masing 32 siswa.
“Setiap tahun selalu terpenuhi. Karena peminatnya tinggi, seleksi tetap dilakukan dan ada yang tidak lolos,” tandasnya. (enk/nda)













