BANGKALAN || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berupaya menanamkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran kepada generasi muda. Salah satunya melalui kebijakan mengenakan busana khas Madura, Sakera Marlena, setiap tanggal 24 di seluruh lingkungan pendidikan.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh pelajar, guru, hingga pegawai di Kabupaten Bangkalan. Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program ini pun disambut antusias oleh para pelajar dan rutin dilaksanakan setiap bulan. Meski terdapat perbedaan dalam hal pakaian, proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal seperti hari biasa.
Jika pada umumnya siswa mengenakan seragam sekolah, maka setiap tanggal 24 mereka tampil dengan busana khas Madura, Sakera Marlena.
Pakaian ini memiliki ciri khas yang kuat dan sarat makna budaya. Untuk perempuan, identik dengan kebaya berwarna merah yang dipadukan dengan bawahan batik Madura.
Sementara laki-laki mengenakan kaos garis merah putih yang melambangkan karakter tegas dan berani, dilengkapi dengan luaran menyerupai jas hitam serta celana gombrong berwarna senada.
Syafira, siswa SMPN 5 Bangkalan, mengaku senang dengan adanya kebijakan tersebut. Menurut mereka, program ini menjadi sarana untuk lebih mengenal sekaligus melestarikan budaya daerah.
“Ini jadi momen bagi kami untuk lebih peduli terhadap budaya Bangkalan dan Madura,” ujar mereka.
Program rutinan ini juga menjadi bagian dari upaya memperingati hari jadi Bangkalan yang jatuh setiap 24 Oktober.
Lebih dari itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya generasi muda agar tetap bangga sebagai bagian dari masyarakat Madura.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap daerahnya semakin dikenal luas sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal serta memiliki komitmen kuat dalam pelestariannya. (nda)













