BANGKALAN || KLIKMADURA – Upaya menekan penyebaran tuberkulosis terus digencarkan. Puskesmas Burneh menggandeng Stop TB Partnership Indonesia menggelar pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini TBC gratis bagi warga Desa Langkap, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Langkap itu menjadi titik awal dari rangkaian program yang akan menyasar tujuh desa di wilayah kerja Puskesmas Burneh. Desa Langkap menjadi lokasi perdana dalam upaya memperluas jangkauan deteksi kasus TBC secara masif.
Berbagai layanan kesehatan disediakan secara komprehensif. Mulai dari skrining TBC, foto toraks menggunakan Mobile X-Ray, hingga konsultasi langsung dengan dokter spesialis paru, Andri Eko Purnomo.
Tak hanya itu, warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, pemeriksaan mata, tes darah lengkap, hingga donor darah bersama Palang Merah Indonesia.
Kepala Puskesmas Burneh, Syaiful Hidayah, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.
“Kami ingin masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini tanpa harus terbebani biaya,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari jajaran kepolisian setempat. Perwakilan Polsek Burneh, Herly, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, dokter spesialis paru, Andri Eko Purnomo, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular, khususnya TBC. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran yang lebih luas.
“Kami berharap masyarakat lebih peka terhadap gejala dan tidak ragu memeriksakan diri secara mandiri ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Mereka berbondong-bondong mengikuti setiap tahapan pemeriksaan hingga siang hari.
Dengan dimulainya program di Desa Langkap, Puskesmas Burneh berharap gerakan deteksi dini ini dapat menjangkau desa-desa lainnya.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret menuju Bangkalan bebas TBC, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi masyarakat. (fit/nda)













