Petis Sri Aya Bangkalan Bertahan Sejak 1985, Kantongi Halal dan BPOM, Siap Tembus Pasar Modern

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menunjukkan produk Petis Sri Aya Bangkalan. (NUR FITRIA / KLIKMADURA)

Warga menunjukkan produk Petis Sri Aya Bangkalan. (NUR FITRIA / KLIKMADURA)

BANGKALAN || KLIKMADURA – Di tengah gempuran produk pangan modern, Petis Sri Aya asal Kecamatan Modung, Bangkalan, tetap bertahan sebagai salah satu produk legendaris khas pesisir Madura.

Usaha yang dirintis sejak 1985 oleh Lutfiah Sriwati itu kini justru kian menguat, ditopang cita rasa otentik dan legalitas produk yang lengkap.

Selama hampir empat dekade, Petis Sri Aya konsisten menjaga kualitas. Produk ini dikenal memiliki tekstur legit dengan aroma khas yang kuat.

Tak hanya itu, petis ini juga telah mengantongi sertifikasi halal, izin BPOM, serta P-IRT, yang menjadi jaminan keamanan konsumsi sekaligus membuka peluang pasar lebih luas.

“Legalitas ini penting agar konsumen merasa tenang. Kami menjaga kualitas mulai dari bahan baku hingga proses pengemasan,” ujar Lutfiah Sriwati, Senin (4/5/2026).

Baca juga :  Buka Wawasan Siswa Kelas Akhir, Formaba Gandeng Fisib UTM Gelar Seminar Pendidikan Nasional

Bahan baku yang digunakan terbilang sederhana, namun kaya rasa. Di antaranya sari kupang, sari lorjuk, MSG, garam, bawang putih, bawang merah, dan cabai. Seluruh proses produksi dilakukan secara tradisional namun tetap memperhatikan aspek higienitas.

Proses pembuatan dimulai dari pemanasan sari kupang atau lorjuk dalam wajan besar. Setelah mendidih, bumbu yang telah dimasak sebelumnya dimasukkan.

Adonan kemudian diaduk secara perlahan selama beberapa jam hingga mengental dan menghasilkan warna cokelat kehitaman yang khas. Setelah matang, petis didiamkan sebelum dikemas.

Konsistensi menjaga kualitas membuat Petis Sri Aya tidak hanya diminati konsumen, tetapi juga menjadi objek pembelajaran. Produk ini kerap dikunjungi mahasiswa untuk kepentingan riset dan pengabdian masyarakat.

Baca juga :  Penuh Haru, Di Akhir Masa Kepengurusan TP PKK Bangkalan Bunda Zaenab Ucapkan Terima Kasih

“Alhamdulillah sering ada mahasiswa yang datang untuk belajar. Kami senang bisa berbagi pengalaman,” tambahnya.

Untuk menjawab kebutuhan pasar, Petis Sri Aya menghadirkan empat varian unggulan, yakni Petis Kupang Original, Petis Kupang Bumbu, Petis Lorjuk Bumbu, dan Petis Tuna.

Produk tersedia dalam kemasan 150 gram dan 220 gram dengan harga mulai Rp7.000 hingga Rp15.000. Varian bumbu menjadi favorit karena praktis digunakan untuk berbagai sajian seperti rujak, tahu tek, hingga lontong.

Dengan rekam jejak panjang dan kualitas yang terjaga, Petis Sri Aya menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bertahan dan bersaing. Lutfiah pun menargetkan produknya dapat menembus ritel modern hingga pasar ekspor.

Baca juga :  Hadiri Festival Anak Istimewa, Bunda Zaenab Beri Semangat Penyandang Disabilitas

“Mimpi kami, Petis Sri Aya bisa menjadi oleh-oleh wajib dari Bangkalan dan dikenal hingga luar Madura,” tandasnya.

Perpaduan resep warisan, proses higienis, dan legalitas lengkap menjadikan Petis Sri Aya lebih dari sekadar pelengkap kuliner. Produk ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner pesisir Bangkalan yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Bagi pembaca yang berminat, bisa pesan melalui nomor 0822-3111-8895. (fit/nda)

Berita Terkait

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital
Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung
Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi
PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026
Dispusip Bangkalan Gelorakan Budaya Baca Bersama Pegiat Literasi
Dugaan Mafia Solar Subsidi di Bangkalan Menguat, HMI Desak Polisi Bongkar SPBU dan Pemodal Besar
Inovasi “Laut Jadi Cahaya” Antar Mahasiswa Elektro UTM Raih Bronze Medal PENA 2026
UTM Borong Penghargaan, Platinum Award UB Halal Metric 2026 Tegaskan Kampus Halal Berkelas Nasional

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:49 WIB

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital

Senin, 11 Mei 2026 - 12:29 WIB

Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung

Senin, 11 Mei 2026 - 05:48 WIB

Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:26 WIB

PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:14 WIB

Dispusip Bangkalan Gelorakan Budaya Baca Bersama Pegiat Literasi

Berita Terbaru