BANGKALAN || KLIKMADURA – Di tengah gempuran produk pangan modern, Petis Sri Aya asal Kecamatan Modung, Bangkalan, tetap bertahan sebagai salah satu produk legendaris khas pesisir Madura.
Usaha yang dirintis sejak 1985 oleh Lutfiah Sriwati itu kini justru kian menguat, ditopang cita rasa otentik dan legalitas produk yang lengkap.
Selama hampir empat dekade, Petis Sri Aya konsisten menjaga kualitas. Produk ini dikenal memiliki tekstur legit dengan aroma khas yang kuat.
Tak hanya itu, petis ini juga telah mengantongi sertifikasi halal, izin BPOM, serta P-IRT, yang menjadi jaminan keamanan konsumsi sekaligus membuka peluang pasar lebih luas.
“Legalitas ini penting agar konsumen merasa tenang. Kami menjaga kualitas mulai dari bahan baku hingga proses pengemasan,” ujar Lutfiah Sriwati, Senin (4/5/2026).
Bahan baku yang digunakan terbilang sederhana, namun kaya rasa. Di antaranya sari kupang, sari lorjuk, MSG, garam, bawang putih, bawang merah, dan cabai. Seluruh proses produksi dilakukan secara tradisional namun tetap memperhatikan aspek higienitas.
Proses pembuatan dimulai dari pemanasan sari kupang atau lorjuk dalam wajan besar. Setelah mendidih, bumbu yang telah dimasak sebelumnya dimasukkan.
Adonan kemudian diaduk secara perlahan selama beberapa jam hingga mengental dan menghasilkan warna cokelat kehitaman yang khas. Setelah matang, petis didiamkan sebelum dikemas.
Konsistensi menjaga kualitas membuat Petis Sri Aya tidak hanya diminati konsumen, tetapi juga menjadi objek pembelajaran. Produk ini kerap dikunjungi mahasiswa untuk kepentingan riset dan pengabdian masyarakat.
“Alhamdulillah sering ada mahasiswa yang datang untuk belajar. Kami senang bisa berbagi pengalaman,” tambahnya.
Untuk menjawab kebutuhan pasar, Petis Sri Aya menghadirkan empat varian unggulan, yakni Petis Kupang Original, Petis Kupang Bumbu, Petis Lorjuk Bumbu, dan Petis Tuna.
Produk tersedia dalam kemasan 150 gram dan 220 gram dengan harga mulai Rp7.000 hingga Rp15.000. Varian bumbu menjadi favorit karena praktis digunakan untuk berbagai sajian seperti rujak, tahu tek, hingga lontong.
Dengan rekam jejak panjang dan kualitas yang terjaga, Petis Sri Aya menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bertahan dan bersaing. Lutfiah pun menargetkan produknya dapat menembus ritel modern hingga pasar ekspor.
“Mimpi kami, Petis Sri Aya bisa menjadi oleh-oleh wajib dari Bangkalan dan dikenal hingga luar Madura,” tandasnya.
Perpaduan resep warisan, proses higienis, dan legalitas lengkap menjadikan Petis Sri Aya lebih dari sekadar pelengkap kuliner. Produk ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner pesisir Bangkalan yang terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
Bagi pembaca yang berminat, bisa pesan melalui nomor 0822-3111-8895. (fit/nda)













