PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 1.384 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan resmi dilepas oleh Bupati KH. Kholilurrahman. Prosesi pelepasan simbolis digelar di Masjid Agung Asy-Syuhada, Selasa (5/5/2026).
Ribuan CJH tersebut diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni SUB 73, SUB 74, SUB 75, dan SUB 76.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman mengingatkan agar para jemaah memprioritaskan pelaksanaan rukun dan kewajiban haji dibandingkan amalan sunnah yang berpotensi menguras kondisi fisik.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran agar seluruh rangkaian ibadah wajib dapat dilaksanakan secara optimal.
“Ibadah wajib harus diprioritaskan. Amalan sunnah dilakukan secukupnya agar tidak menimbulkan kelelahan yang dapat menghambat pelaksanaan kewajiban,” katanya.
Mantan anggota DPR RI itu meminta kepada para seluruh petugas haji agar menjalankan tugas secara maksimal dan profesional. Menurutnya, seluruh petugas memiliki tanggung jawab penuh karena diberangkatkan dengan pembiayaan negara.
“Jemaah harus dijaga dan dilayani dengan baik. Jangan menganggap tugas petugas haji sebagai sarana rekreasi. Ini amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan agar sarana transportasi yang digunakan jemaah benar-benar memenuhi standar kelayakan. Ia meminta pihak terkait bersikap tegas menolak armada bus yang tidak layak demi keselamatan dan kenyamanan jemaah.
“Jika nanti pada hari Minggu bus yang datang tidak layak, harus tegas ditolak. Banyak keluhan sebelumnya yang tidak boleh terulang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, menyampaikan bahwa dari total 1.384 CJH terdapat ratusan jemaah lanjut usia serta sekitar sepuluh jemaah penyandang disabilitas. Seluruh jemaah disabilitas dipastikan mendapat pendampingan khusus dari petugas.
“Setiap kloter didampingi empat petugas, terdiri atas ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat kloter. Dari total keseluruhan jemaah terdapat dua orang yang meninggal dunia pada kloter SUB 73,” tuturnya.
Abdul Halim juga memastikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait kondisi jalur penerbangan yang akan dilalui.
“Pesawat tidak melewati wilayah konflik. Alhamdulillah, seluruh penerbangan berada di jalur normal, dari Surabaya menuju Jeddah,” tandasnya. (ibl/nda)













