SURABAYA || KLIKMADURA – Gagasan besar bertajuk Simfoni Agung Peradaban Indonesia mulai dimatangkan. Salah satu agenda utama yang mencuri perhatian adalah Seminar Nasional Peradaban Lintas Agama.
Kegiatan yang diinisiasi oleh organisasi Gerakan Peradan Indonesia (GPI) itu dirancang sebagai ruang dialog terbuka antarumat beragama.
Rencana tersebut mengemuka dalam rapat pembentukan panitia yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (5/5/2026). Forum itu dihadiri berbagai perwakilan kampus se Jawa Timur.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa perguruan tinggi mitra GPI akan menempati posisi strategis dalam struktur kepanitiaan.
Mereka tidak hanya dilibatkan secara simbolik, tetapi juga menjadi motor penggerak pelaksanaan kegiatan, termasuk seminar lintas agama.
Sejumlah kampus yang hadir juga mengusulkan agar kegiatan tidak terpusat di satu lokasi. Mereka berharap pelaksanaan seminar bisa digelar secara bergilir di berbagai kampus di Jawa Timur, sehingga gaungnya lebih luas dan menjangkau beragam kalangan akademisi.
Usulan itu disambut positif. Pihak kampus bahkan menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah, mulai dari penyediaan fasilitas hingga dukungan teknis pelaksanaan kegiatan.
Ketua Umum GPI, H. Ahmad Zaini, menegaskan bahwa seminar lintas agama bukan sekadar forum diskusi biasa. Tetapi, dalam rangka merumuskan masa depan peradaban Indonesia.
“Seminar Nasional Peradaban Lintas Agama ini kami rancang sebagai ruang perjumpaan gagasan, tempat semua elemen bisa duduk bersama, berdialog, dan merumuskan masa depan peradaban Indonesia yang lebih inklusif,” ujarnya.
Ia menekankan, keterlibatan kampus menjadi kunci utama dalam menyukseskan agenda tersebut. Sebab, kampus adalah pusat intelektual dan peradaban.
“Kami melibatkan perguruan tinggi sebagai motor utama, agar gagasan besar ini tidak berhenti di wacana, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas agama dan lintas akademisi menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa.
“Kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi justru kekuatan untuk membangun peradaban yang unggul dan berkeadaban,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian besar Simfoni Agung Peradaban Indonesia, seminar ini akan bersanding dengan berbagai agenda lain, seperti marathon peradaban, pameran seni budaya dan artefak, pekan raya UMKM, hingga malam anugerah tokoh inspiratif.
Dengan keterlibatan aktif kampus dan dukungan lintas elemen, kegiatan ini diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat narasi kebangsaan berbasis dialog, kolaborasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. (nda)













