Prof. Rozaki: Anak Muda Harus Jadi Motor Penggerak “Madura Baru”

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozak menerima buku

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozak menerima buku "Merajut Mimpi Madura Provinsi" dari Pemred Klik Madura, Prengki Wirananda. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Visi pembangunan Madura sudah saatnya bergeser dari sekadar pembangunan fisik menuju penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal tersebut ditegaskan oleh Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Abdur Rozaki, saat hadir dalam program Catatan Pena di studio Klik Madura.

Dalam diskusi tersebut, diaspora asal Madura ini menyoroti perlunya keberanian bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi kreativitas anak muda.

Menurutnya, masa depan Madura sangat bergantung pada bagaimana potensi kreatif generasi muda diwadahi, bukan justru dihambat oleh birokrasi atau kepentingan elit.

Baca juga :  Momen HUT ke-73 BTN, PT. Royal Group Komitmen Tingkatkan Sinergitas

Prof. Rozaki menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur. Ia mengkritik pola tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sektor migas yang selama ini cenderung bersifat giving elite.

Yakni, sekadar memberikan bantuan kepada elit lokal demi kondusivitas daripada melakukan pemberdayaan nyata.

“Kita butuh ahli metalurgi dan geologi asli Madura, bukan hanya ahli agama. Perusahaan migas harus berinvestasi pada beasiswa pendidikan tinggi bagi putra daerah agar kita tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.

Terkait wacana Madura menjadi provinsi, Prof. Rozaki melihat hal tersebut sebagai sebuah ijtihad politik yang rasional. Ia menilai kesejahteraan masyarakat sulit tercapai jika otoritas pengelolaan sumber daya alam masih terbatas.

Baca juga :  Optimistis Akan Lebih Baik, Akhmad Ma'ruf Serukan Terbentuknya Provinsi Madura

Namun, ia mengingatkan bahwa aspirasi menjadi provinsi tidak boleh hanya menjadi isu musiman atau komoditas politik elit. Perjuangan tersebut harus berbasis data ekonomi yang kuat dan memiliki blueprint kebudayaan yang jelas.

“Kesejahteraan itu berkelindan dengan otoritas. Tanpa kekuatan politik untuk menegosiasikan wilayahnya sendiri, kekayaan alam Madura tidak akan berdampak signifikan bagi rakyat kecil,” tambahnya.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk berhenti fokus pada stigma negatif yang sering disematkan pihak luar. Ia mencontohkan militansi “Warung Madura” sebagai bukti nyata etos kerja dan kemandirian ekonomi yang luar biasa.

Baca juga :  AJP Bakal Datangkan Sejumlah Tokoh Nasional Bahas Pembentukan Madura Provinsi

“Marketing Madura harus diubah. Kita punya sejarah besar, punya peran dalam lahirnya bahasa Indonesia, dan punya etos wirausaha yang ditakuti ritel modern. Inilah modal untuk membangun Madura Baru,” pungkas Prof. Rozaki.

Melalui narasi ini, kaum muda diharapkan tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang memimpin perubahan dengan cara-cara yang kreatif dan visioner. (nda)

Berita Terkait

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia
13 Perda Tuntas, DPRD Pamekasan Lanjutkan Pembahasan Regulasi Prioritas
125 Kursi Kepala Sekolah di Pamekasan Masih Plt, Disdikbud Targetkan Tuntas Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:46 WIB

125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif

Jumat, 25 September 2026 - 03:34 WIB

Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN

Jumat, 25 September 2026 - 03:11 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 09:10 WIB

Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Berita Terbaru