Tak Pasti Dapat THR, 5.224 PPPK Paruh Waktu di Sumenep Gigit Jari

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKPSDM Sumenep Benny Irawan. (ISTIMEWA)

Kepala BKPSDM Sumenep Benny Irawan. (ISTIMEWA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu (PPPK PW) di Kabupaten Sumenep terpaksa menahan kecewa menjelang Lebaran.

MljSebanyak 5.224 PPPK paruh waktu dipastikan tidak akan menerima tunjangan hari raya (THR) tahun ini.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Benny Irawan.

Menurut Benny, PPPK paruh waktu memang tidak otomatis mendapatkan THR seperti halnya ASN penuh waktu. Alasannya sederhana tetapi cukup mengejutkan: semua dikembalikan pada kebijakan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Paruh waktu itu kan sektoral. Pada saat OPD-nya menganggarkan, mungkin bisa ada tambahan,” ujar Benny kepada Kompas.com di Sumenep, Senin (2/3/2026).

Baca juga :  Gaji PPPK Paruh Waktu Tak Kunjung Cair, DPRD Pamekasan Lakukan Penelusuran

Benny menegaskan bahwa Pemkab Sumenep tidak menetapkan kebijakan khusus yang berlaku untuk seluruh PPPK paruh waktu. Tambahan penghasilan mereka, kata dia, sepenuhnya bergantung pada kemampuan dan keputusan OPD masing-masing.

Karena itu, jika sebuah OPD tidak memiliki pos anggaran, maka otomatis pegawainya tidak dapat tambahan apa pun.

Lebih jauh, Benny juga menyebut bahwa istilah THR atau gaji ke-13 sebenarnya tidak tepat digunakan untuk PPPK paruh waktu.

“Bahasa gaji ke-13 dan juga bahasa THR bukan untuk mereka, bonus mungkin ya. Insentif,” jelasnya.

Artinya, sekalipun ada tambahan penghasilan, statusnya bukan THR resmi, melainkan sekadar bonus.

Baca juga :  Datangi Diskominfo, PC PMII Sampang Soroti Kurangnya Keterbukaan Informasi Publik

Meski begitu, tidak semua OPD bersikap sama. Ada instansi yang masih berinisiatif memberikan tambahan bagi PPPK paruh waktu.

Salah satunya Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), yang menurut Benny menyediakan anggaran tambahan setara satu bulan gaji dalam setahun.

“Ada penambahan satu bulan, jadi asumsi memang untuk THR,” ungkapnya.

Namun, berbagai OPD lainnya tidak memasukkan pos tambahan itu dalam anggaran. Karena sifatnya sektoral, Benny menyarankan agar masing-masing OPD atau BPKAD yang memberikan penjelasan detail.

“Untuk tahu masing-masing sektoral, OPD, mungkin harus ditanya. Atau BPKAD, apakah dianggarkan secara umum,” katanya.

Di sisi lain, dari kalangan pegawai, muncul suara kebingungan. Pengurus Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia di Sumenep, Rini Antika, mengaku mendapat informasi berbeda ketika penggajian dibahas oleh Ketua Badan Anggaran DPRD Sumenep waktu itu.

Baca juga :  Jelang Idul Adha, Seribu Ekor Sapi dan Kambing Siap Dipotong

Ia menyebut bahwa perhitungan anggaran disebut bukan untuk 12 bulan, melainkan 14 bulan, termasuk THR dan gaji ke-13.

“Tapi kemarin, versinya ketua Banggar dengan waktu itu Pak Kaban, Pak Arif Firmanto, saat penghitungan penggajian, itu hitungannya bukan 12 tapi 14, karena hitungannya ada THR dan gaji ke-13, yang disampaikan ke tim waktu itu,” ujarnya.

Namun hingga kini, Rini mengaku belum menerima kejelasan apa pun. “Tapi sampai saat ini, saya belum dapat info,” imbuhnya. (nda)

Berita Terkait

Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Rapat Bersama Antar Lembaga, Perkuat Sinergi Program Menjelang Raker
DPC PKB Sumenep Dipastikan Ganti Nakhoda, KH. Imam Hasyim Tak Masuk Bursa Calon Ketua
Diskusi Santai Bersama Buya Aliyadi, Lakpesdam NU Sumenep Petakan Langkah Strategis Kawal Isu Lingkungan
Buya Aliyadi Mustofa Hadiri Muscab PKB Sumenep, Dorong Soliditas Menuju Kemenangan
PC Ansor Sumenep Soroti Nasib Petani Tembakau Madura Belum Sejahtera di Tengah DBHCHT Fantastis
Sowan ke Rois, Lakpesdam NU Sumenep Kokohkan Komitmen Kawal Isu Lingkungan 
Hemat BBM, Bupati Fauzi Tetapkan Jumat Tanpa Kendaraan Bermotor Bagi ASN
Sumur Bor di Sumenep Keluarkan Aroma Gas Menyengat, Tim Gabungan Lakukan Penutupan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:24 WIB

Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Rapat Bersama Antar Lembaga, Perkuat Sinergi Program Menjelang Raker

Minggu, 5 April 2026 - 23:50 WIB

DPC PKB Sumenep Dipastikan Ganti Nakhoda, KH. Imam Hasyim Tak Masuk Bursa Calon Ketua

Minggu, 5 April 2026 - 17:15 WIB

Diskusi Santai Bersama Buya Aliyadi, Lakpesdam NU Sumenep Petakan Langkah Strategis Kawal Isu Lingkungan

Minggu, 5 April 2026 - 12:52 WIB

Buya Aliyadi Mustofa Hadiri Muscab PKB Sumenep, Dorong Soliditas Menuju Kemenangan

Minggu, 5 April 2026 - 07:09 WIB

PC Ansor Sumenep Soroti Nasib Petani Tembakau Madura Belum Sejahtera di Tengah DBHCHT Fantastis

Berita Terbaru