Gaji PPPK Paruh Waktu Tak Kunjung Cair, DPRD Pamekasan Lakukan Penelusuran

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan pegawai PPPK paruh waktu saat mengikuti prosesi pelantikan di halaman Mandhapa Agung Ronggosukowati, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Ribuan pegawai PPPK paruh waktu saat mengikuti prosesi pelantikan di halaman Mandhapa Agung Ronggosukowati, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA– Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW), khususnya tenaga pendidik di Kabupaten Pamekasan, hingga kini belum juga cair.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Komisi I DPRD Pamekasan yang berencana melakukan penelusuran terhadap BKPSDM untuk mencari akar persoalan.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Lutfi, menegaskan bahwa BKPSDM seharusnya mengetahui dan memahami kendala yang menyebabkan tertundanya pencairan gaji tersebut.

Ia menilai, meski pencairan bergantung pada instansi teknis, BKPSDM tetap harus proaktif mencari solusi.

“Harusnya BKPSDM itu mengetahui. Sehingga kami akan men-tracking hal itu agar tidak menjadi boomerang di masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Sultan Madura Diperiksa Bawaslu Buntut Bagi-bagi Uang Gus Miftah

Lutfi menjelaskan, pencairan honor PPPK PW mensyaratkan adanya tanda tangan kontrak kerja. Jika kontrak belum ditandatangani, maka BPKPD tidak dapat memproses pencairan gaji.

Karena itu, ia mendorong BKPSDM untuk menelusuri hambatan yang dialami instansi terkait agar segera ditemukan jalan keluarnya.

“Meskipun surat kontrak kerja itu ada di instansi lain, jangan sampai BKPSDM tidak tahu kendalanya. Karena mereka yang menginput semua hal terkait kepegawaian,” tegas politisi PKB tersebut.

Pihaknya berharap persoalan gaji PPPK PW, terutama untuk para guru, dapat segera dituntaskan.

Baca juga :  Gubernur Jatim Tinjau Pengerukan Sungai Kali Jombang Pamekasan, Soroti Banjir Perkotaan

“Iya mungkin masih proses menghitung atau yang lainnya, tapi harus segera diselesaikan,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan
Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup
Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:17 WIB

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

Senin, 28 September 2026 - 10:08 WIB

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan

Senin, 28 September 2026 - 07:41 WIB

Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:46 WIB

125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif

Berita Terbaru