Nobar Film “Pesta Babi”, KOPRI PMII Sumenep Bongkar Dampak Investasi terhadap Lingkungan dan Ruang Hidup

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan aktivis KOPRI PMII Sumenep antusias menyaksikan Film Pesta BABI di Universitas PGRI Sumenep. (KLIKMADURA)

Puluhan aktivis KOPRI PMII Sumenep antusias menyaksikan Film Pesta BABI di Universitas PGRI Sumenep. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – KOPRI PC PMII Sumenep bersama sejumlah komunitas dan organisasi menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang dilanjutkan dengan diskusi publik di Aula Universitas PGRI Sumenep, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka mengenai persoalan lingkungan, konflik agraria, hingga dampak ekspansi investasi terhadap masyarakat.

Puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis, komunitas perempuan, dan masyarakat umum tampak antusias mengikuti jalannya acara sejak pemutaran film hingga forum dialog selesai.

Acara itu terselenggara melalui kolaborasi KOPRI PC PMII Sumenep bersama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Sumenep, Komunitas Rumah Kita (KRK), IBP Sumenep, Yasanda Media, dan Setara Perempuan.

Baca juga :  Daftar Caleg DPRD Jatim Pendatang Baru Dapil Madura Ungguli Petahana Versi Real Count KPU

Film dokumenter Pesta Babi yang diputar dalam kegiatan tersebut mengangkat realitas kerusakan lingkungan dan konflik ruang hidup masyarakat akibat ekspansi industri dan investasi.

Film itu sekaligus menjadi pemantik diskusi kritis tentang masa depan lingkungan di tengah arus industrialisasi yang terus berkembang.

Ketua KPI Cabang Sumenep, Nunung Fitriana menilai, isu lingkungan dan agraria saat ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, ruang hidup masyarakat perlahan terancam apabila pembangunan dan investasi tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Persoalan agraria dan lingkungan tidak bisa dianggap biasa. Kalau masyarakat tidak mulai peduli, maka ruang hidup akan semakin tergerus oleh kepentingan industri,” ujarnya dalam forum diskusi.

Baca juga :  Kepala Bakesbangpol Sumenep Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Jasa Quick Count Pilkada 2024

Sementara itu, Jurnalis Mongabay Indonesia, Moh. Tamimi, mengajak peserta memahami persoalan ekologis melalui perspektif jurnalistik lingkungan. Menurut dia, media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah.

“Kerusakan alam bukan hanya soal lingkungan semata, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat. Generasi muda harus mulai peka dan kritis terhadap persoalan ekologis di sekitar,” katanya.

Pemateri lainnya, Moh. Roychan Fajar dari FNKSDA sekaligus peneliti Oleolang Institute, menyoroti persoalan lingkungan sebagai bagian dari masalah struktural yang terjadi di banyak wilayah, termasuk di Kabupaten Sumenep.

Baca juga :  Parah!! Suara Caleg DPRD Jatim di Sumenep Diduga Dibegal Rekan Separtai

Menurutnya, semakin masif investasi dan industrialisasi, maka ancaman marginalisasi masyarakat juga semakin besar.

“Masalah lingkungan adalah persoalan struktural. Ketika investasi terus diperluas untuk menopang industrialisasi, maka kolonialisasi terhadap masyarakat juga semakin kuat. Watak kapitalisme itu predatoris, terus berekspansi dan menguasai ruang hidup masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, KOPRI PC PMII Sumenep bersama seluruh lembaga kolaborator berharap lahir kesadaran kolektif masyarakat. Khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap isu lingkungan, hak-hak masyarakat, dan keberlanjutan ekologi. (nda)

Berita Terkait

Fauzi As: Kritik Pemerintah Itu Sehat, Tapi Jangan Sampai Berubah Menjadi Kebencian terhadap Negara
Di Luar Prediksi, Cak Imin Tunjuk Politisi Senior M. Kamalil Ersyad Pimpin DPC PKB Sumenep
Sekda Sumenep Warning BSPS 2026 Bersih dari Pungli, Minta Semua Pihak Ikut Mengawal
Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Mangkrak, Keseriusan Kejari Dipertanyakan
Puluhan Tahun Jadi Penonton, KEK Tembakau Dinilai Bisa Mengubah Nasib Madura
KEK Tembakau Jadi Harga Mati, Prof AQ Sebut Layer Baru CHT Belum Cukup Selamatkan Ekonomi Madura
Sukses Jalankan Tata Kelola Keuangan Bersih, Pemkab Sumenep Diganjar Opini WTP 9 Kali Berturut-turut
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pelayanan Tetap Maksimal Saat Libur Idul Adha 1447 H

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:06 WIB

Fauzi As: Kritik Pemerintah Itu Sehat, Tapi Jangan Sampai Berubah Menjadi Kebencian terhadap Negara

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:54 WIB

Sekda Sumenep Warning BSPS 2026 Bersih dari Pungli, Minta Semua Pihak Ikut Mengawal

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:04 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Mangkrak, Keseriusan Kejari Dipertanyakan

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Tahun Jadi Penonton, KEK Tembakau Dinilai Bisa Mengubah Nasib Madura

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:55 WIB

KEK Tembakau Jadi Harga Mati, Prof AQ Sebut Layer Baru CHT Belum Cukup Selamatkan Ekonomi Madura

Berita Terbaru

Opini

Menata Hati, Meniti Hari-hari

Jumat, 12 Jun 2026 - 04:01 WIB