Usai Warga Kampung Tapakerbau Siaga 24 Jam, Rencana Penggarapan Tambak Garam Batal

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP || KLIKMADURA – Rencana penggarapan pantai menjadi tambak garam di Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, yang dijadwalkan Selasa, 21 Januari 2025 gagal terlaksana. Rencana itu batal setelah adanya aksi penolakan dari warga dengan melakukan penjagaan di tepi pantai selama 24 jam.

Ketua RT 01, RW 01 Kampung Tapakerbau, Ahmad Shiddiq mengatakan, sebelumnya tersebar kabar adanya rencana penggaraban tambak garam di lahan pantai yang diklaim milik perseorangan. Kabar tersebut sangat meresahkan warga.

Akibatnya, masyarakat bersiaga di bibir pantai sebagai bentuk penolakan. Masyarakat dengan tegas menolak pembangunan tambak garam itu karena dikhawatirkan akan merusak ekosistem dan mengganggu mata pencaharian warga.

Baca juga :  Ratusan BUMDes di Sumenep Tak Berbadan Hukum

“Pemuda dan masyarakat bersiaga 24 jam untuk melakukan penolakan. Bahkan, tidak sedikit warga libur bekerja demi melakukan penjagaan. Alhamdulillah sejauh ini tidak terjadi penggarapan,” katanya.

Menurut Shiddiq, warga akan terus mengawasi dan bersiaga agar rencana pembangunan tambak garam itu tidak terlaksana. Jika sampai ada aktivitas yang mengindikasikan penggarapan tambak, warga tidak segan melakukan pengusiran.

“Warga tetap tegas melarang dan menolak pengarapan tambak garam di kawasan pantai kami,” tegasnya.

Konflik antara warga dan penggarap tambak garam sempat terjadi pada April 2023 lalu. Namun, konflik tersebut reda setelah kedua belah pihak dimediasi dan muncul kesepakatan bahwa penggarapan tambak dihentikan.

Baca juga :  Hanya Butuh 311 Orang, Pendaftar PPPK di Sumenep Tembus 1.842 Orang

Sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta Kades Gersik Putih, Camat Gapura, dan DPMD untuk mengundang semua pihak yang keberatan terhadap pembangunan tambak garam itu.

Menurut Bupati Fauzi, jika ada pihak yang keberatan, maka pembangunan tersebut tidak akan dilanjutkan. Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak terkait dipertemukan untuk mencapai kesepakatan.

Bupati Fauzi juga menegaskan bahwa pembangunan tersebut harus disepakati oleh semua pihak. Persoalan yang terjadi harus diselesaikan di tingkat desa.

“Jika pembangunan tersebut tidak diinginkan oleh masyarakat, jangan diteruskan, harus berdasarkan pada kepentingan masyarakat, kalau ada yang tidak sepakat jangan lanjutkan,” tandasnya. (ara/diend)

Baca juga :  Berpotensi Rusak Hutan Mangrove, Alasan Warga Gersik Putih Tegas Tolak Pembangunan Tambak Garam

Berita Terkait

PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa
Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak
Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 
Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan
Geger! Warga Batang-Batang Sumenep Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tegalan
311 Pil Y Diamankan di Gapura Sumenep, Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Okerbaya
Refleksi Maulid Nabi, Rektor UIM Ajak Civitas Akademika Teladani Akhlak Rasulullah
Polresta Sumenep Gelar Mutasi Besar-besaran, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Diganti

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 04:57 WIB

PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa

Rabu, 2 September 2026 - 15:28 WIB

Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Sumenep Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tegalan

Berita Terbaru