Ratusan Warga Tengginah Ziarah Buju’ Badruddin, Lebaran Ketupat Jadi Ruang Doa dan Kebersamaan

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga Dusun Tengginah, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong saat ziarah bujuk badruddin, Sabtu (28/3/2026).

Ratusan warga Dusun Tengginah, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong saat ziarah bujuk badruddin, Sabtu (28/3/2026).

MOH. IQBALUL KHAVEI MZ, Pamekasan || Klik Madura

*****

PAGI itu, suasana Dusun Tengginah, Desa Klompang Timur, terasa berbeda. Sejak matahari belum terlalu tinggi, warga mulai berdatangan menuju buju’ Badruddin. Langkah mereka tenang, sebagian membawa doa, sebagian lagi memikul hidangan di atas kepala.

Tradisi ziarah ini kembali digelar pada momentum Lebaran Ketupat. Warga datang berbondong-bondong. Tidak hanya orang dewasa, remaja dan anak-anak juga ikut larut dalam suasana khidmat.

Di antara rombongan, para ibu tampak menyunggi talam berisi ketupat, lauk pauk, hingga aneka camilan.

Baca juga :  Perkuat Gerakan Literasi Madura Provinsi, Buku Karya Pemred Klik Madura Masuk Perpustakaan UIN Madura

Setelah rangkaian doa selesai, hidangan itu disantap bersama. Kebersamaan terasa hangat, menyatu dengan nuansa religius yang kental di sekitar makam leluhur tersebut.

Tokoh agama setempat, H. Ansori mengatakan bahwa tradisi ziarah buju’ Badruddin telah berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan setiap tahun tepat pada hari ketujuh setelah Idulfitri, yang dikenal sebagai momentum Lebaran Ketupat.

“Ziarah buju’ ini dilaksanakan dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil. Doa-doa yang dipanjatkan dikhususkan untuk buju’ Badruddin beserta para leluhurnya yang kami anggap sebagai ulama penting di dusun ini,” katanya.

Baca juga :  Pasien BPJS Kesehatan di Pamekasan Kaget, Sekali Suntik Penyakit Kista Harus Bayar Rp4,5 Juta

Bagi warga Tengginah, ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan. Ada nilai kebersamaan yang terus dirawat dari generasi ke generasi.

Pertemuan di area makam menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan warga tanpa sekat.

Menurut H. Ansori, kegiatan tersebut tidak hanya mengandung nilai-nilai religius, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat. Ziarah bersama ini menjadi ajang silaturahmi, mempererat kebersamaan, serta menjaga kerukunan antar warga setempat.

“Tradisi ini terus kami jaga dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan spiritual masyarakat,” ujarnya. (*/nda)

Berita Terkait

1.600 Peserta Ramaikan Fun Walk RSUD SMART Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Dorong Pelayanan Makin Solid
Kemenag Pamekasan Padukan Maulid Nabi dan HUT RI, 39 UMKM Ikut Diberdayakan
KSMI Pamekasan Gelar Kejurkab, Jaring Atlet Mini Soccer Menuju Porprov Jatim
Fraksi PKB Pamekasan Soroti Keuangan Desa, Dorong Bantuan hingga Rp1 Miliar per Desa
Anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan Pamekasan Anjlok, dari Rp198 Juta Tinggal Rp40 Juta
Dua Kali Setubuhi Anak Kandung hingga Melahirkan, Seorang Ayah di Pamekasan Diamankan Polisi
Bejat! Ayah Kandung di Pamekasan Diduga Hamili Anak sampai Melahirkan di Kamar Mandi 
Baru Dua Pekan Tandatangan Kontrak, Proyek Puskesmas Bulhaj Rp3,9 Miliar Disorot DPRD Pamekasan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:49 WIB

1.600 Peserta Ramaikan Fun Walk RSUD SMART Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Dorong Pelayanan Makin Solid

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Kemenag Pamekasan Padukan Maulid Nabi dan HUT RI, 39 UMKM Ikut Diberdayakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:08 WIB

KSMI Pamekasan Gelar Kejurkab, Jaring Atlet Mini Soccer Menuju Porprov Jatim

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fraksi PKB Pamekasan Soroti Keuangan Desa, Dorong Bantuan hingga Rp1 Miliar per Desa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:27 WIB

Anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan Pamekasan Anjlok, dari Rp198 Juta Tinggal Rp40 Juta

Berita Terbaru

MANIFESTO GELORA PAMEKASAN

Rakyat Jadi Menu, Siapa yang Menikmati APBD?

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:46 WIB