PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komisi II DPRD Pamekasan bergerak cepat merespons keluhan nelayan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Asem Manis, Rabu (1/7/2026). Sidak dilakukan menyusul aduan puluhan nelayan yang mengaku selama tiga hari terakhir tidak bisa membeli solar.
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Salman Al Faris, mengatakan sidak dilakukan untuk mendorong pihak SPBU segera mengambil langkah cepat agar pendistribusian solar untuk nelayan kembali berjalan.
“Setelah kami sidak dan berdiskusi panjang dengan pengelola SPBU, ternyata tidak ada pengurangan pasokan BBM. Karena itu kami minta distribusi segera dibuka kembali untuk nelayan,” katanya.
Ia menjelaskan, isu kelangkaan solar telah memicu kepanikan di tengah masyarakat sehingga hampir seluruh SPBU di Pamekasan dipadati antrean panjang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu berdampak pada kebijakan pembatasan pembelian, termasuk penghentian sementara pengisian menggunakan derigen yang menyebabkan kerugian pada nelayan.
“Kalau nelayan tidak mendapatkan solar, maka ada sistem ekonomi yang tidak berjalan. Komisi II memastikan akan terus mengawal persoalan yang berkaitan dengan nelayan dan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Buddagan, Tri Pamungkas, mengaku bahwa penyaluran solar bersubsidi kepada nelayan sempat dihentikan pada Selasa (30/6/2026). Penghentian dilakukan untuk memprioritaskan kendaraan bermotor untuk mengurangi antrean panjang, menyusul adanya inspeksi dari pihak kepolisian.
“Stok aman. Pasokan solar sekitar 8.000 KL setiap hari. Jadi biasanya kalau datang pagi, siang sudah habis,” ucapnya.
Hasil koordinasi dengan Komisi II DPRD Pamekasan menghasilkan komitmen untuk mencari solusi agar kebutuhan solar bersubsidi bagi nelayan tetap terpenuhi.
“Kalau antrean panjang memang sementara kami hentikan pengisian derigen. Tapi ke depan akan disiapkan solusi, nanti disisihkan khusus untuk nelayan,” tandasnya. (ibl/nda).













