PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di jenjang SMA negeri di Kabupaten Pamekasan menyisakan persoalan. Dari sembilan SMAN yang mengikuti SPMB, empat sekolah masih belum mampu memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Berdasarkan data Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Pamekasan, SMAN Pakong menjadi sekolah dengan kekurangan kuota terbanyak. Dari pagu 72 siswa, sekolah tersebut baru memperoleh 33 siswa sehingga masih menyisakan 39 kursi.
Sementara itu, SMAN 5 Pamekasan hanya menerima 56 siswa dari kuota 72 orang atau masih kekurangan 16 siswa. Kemudian SMAN Galis baru memperoleh 74 siswa dari pagu 108, sehingga masih tersisa 34 kuota.
Adapun SMAN Pademawu juga belum memenuhi target penerimaan siswa baru. Dari kuota 180 siswa, jumlah yang diterima baru mencapai sekitar 120 siswa berdasarkan data Cabdindik.
Kepala Seksi SMA/PK-PLK Cabdindik Jawa Timur Wilayah Pamekasan, Khairil Hidayat, mengatakan belum terpenuhinya kuota dipengaruhi tingginya minat calon siswa terhadap sekolah-sekolah favorit di Pamekasan.
“Kendalanya iya karena memang kekurangan siswa, karena rata-rata mereka memilih di SMAN 1, 2, 3 dan juga SMAN 4,” ujarnya.
Menurut Khairil, Cabdindik telah melakukan berbagai upaya, termasuk visitasi ke seluruh SMAN di Pamekasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong setiap sekolah memiliki inovasi dan karakter yang menjadi daya tarik bagi calon peserta didik.
“Bahkan kami beserta Pak Kacabdindik memberikan beberapa contoh kepada masing-masing satuan pendidikan perihal inovasi itu. Semoga ke depannya bisa lebih baik,” katanya.
Kepala SMAN Pademawu, Siti Alif Naini Amaliyah, membenarkan kuota sekolahnya belum terpenuhi. Berdasarkan data terbaru di sistem SPMB Jatim 2026, jumlah pendaftar di sekolah yang dipimpinnya mencapai 123 siswa dari pagu 180 siswa atau lima rombongan belajar.
Menurut Alif, ada beberapa faktor yang menyebabkan kuota belum terpenuhi. Di antaranya berkurangnya jumlah lulusan SMP di wilayah sekitar, kedekatan zonasi dengan sejumlah SMAN lain, hingga banyaknya lulusan MTs negeri yang memilih melanjutkan pendidikan ke MAN.
“Dan juga banyaknya lulusan MTs Negeri yang lanjut ke MAN. Iya hingga kemarin Senin (29/6/2026) pemenuhan pagu selesai di SMAN Pademawu hanya terpenuhi 123 siswa, semoga tahun berikutnya pagu yang sudah ditentukan bisa kami penuhi dengan menciptakan inovasi-inovasi baru,” tandasnya. (enk/nda)













