Realisasi Program Kampung Nelayan di Pamekasan Tak Jelas, Pemkab Berdalih Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan saat beraktivitas di Pelabuhan Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan beberapa waktu lalu. (KLIKMADURA)

Nelayan saat beraktivitas di Pelabuhan Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan beberapa waktu lalu. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Realisasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pamekasan hingga kini belum menunjukkan kejelasan.

Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan telah mengusulkan tiga desa sebagai calon lokasi, keputusan dari pemerintah pusat masih dinantikan.

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan Abdul Fata mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya telah melakukan survei lapangan. Survei tersebut meliputi peninjauan lokasi hingga kondisi topografi di wilayah yang diusulkan.

Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari hasil survei tersebut. Pemkab Pamekasan pun masih menunggu kepastian terkait pelaksanaan program nasional tersebut.

Baca juga :  UIM Siapkan Beasiswa Bagi Juara Voice Of Islamic Competition

“Secara teknis kami sudah siap. Survei juga sudah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan. Harapannya, program ini bisa segera dieksekusi agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat nelayan,” katanya.

Abdul Fata menjelaskan, terdapat tiga desa yang diusulkan sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Ketiganya adalah Desa Padelegan di Kecamatan Pademawu, Desa Branta Tinggi di Kecamatan Tlanakan, dan Desa Lesong Daya di Kecamatan Batumarmar.

Menurutnya, tiga desa tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, pemerintah daerah berharap program tersebut segera direalisasikan.

Baca juga :  27 Dapur MBG di Pamekasan Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

“Betul, ketiga wilayah itu dinilai telah memenuhi persyaratan utama yang ditetapkan KKP,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Nelayan Indonesia (ANI) Pamekasan Muhammad Wardan menilai program tersebut memiliki potensi besar meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Namun, dia mengingatkan agar penentuan lokasi dilakukan secara cermat dan sesuai kebutuhan masyarakat pesisir.

“Programnya bagus, tetapi jangan sampai penentuan lokasi tidak tepat sasaran. Harus dikaji secara menyeluruh, terutama dari aspek kebutuhan nelayan dan keberlanjutan aktivitas perikanan,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia
13 Perda Tuntas, DPRD Pamekasan Lanjutkan Pembahasan Regulasi Prioritas
125 Kursi Kepala Sekolah di Pamekasan Masih Plt, Disdikbud Targetkan Tuntas Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:34 WIB

Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN

Jumat, 25 September 2026 - 03:11 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 09:10 WIB

Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Kamis, 24 September 2026 - 08:43 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia

Berita Terbaru