PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ribuan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan merespons positif aksi tersebut dan menegaskan komitmennya mengawal program nasional itu hingga ke pemerintah pusat.
Pantuan Klik Madura, sekitar 6.700 peserta yang tergabung dalam relawan SPPG memadati kawasan DPRD Pamekasan. Mereka mengaku khawatir dengan berbagai informasi yang beredar terkait kemungkinan dihentikannya Program MBG.
Koordinator Lapangan Asosiasi Masyarakat Pamekasan Bangkit Bersama (AMPBB), Mamang Suryadi, menegaskan aksi tersebut bukan bermuatan politik maupun bentuk penolakan terhadap pemerintah.
“Aksi damai ini merupakan gerakan moral masyarakat untuk memastikan Program MBG terus berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan manusia dan kebangkitan ekonomi lokal,” ujarnya.
Menurut Mamang, MBG tidak semestinya dipandang sebagai belanja konsumtif negara, melainkan investasi jangka panjang yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi lokal, serta penciptaan lapangan kerja.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta pemerintah menjamin keberlanjutan Program MBG sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kemudian, memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari petani, nelayan, peternak, koperasi, BUMDes, dan UMKM lokal yang memenuhi standar mutu, serta memastikan tata kelola program berlangsung transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan dapat diawasi masyarakat.
Mereka juga meminta pemerintah mencegah praktik monopoli dalam rantai pasok MBG serta mengintegrasikan program tersebut dengan strategi pembangunan ekonomi daerah guna memperkuat ketahanan pangan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini murni atas inisiatif kami karena masyarakat terus disuguhkan informasi negatif terkait MBG, mulai dari isu program akan dihentikan hingga kekhawatiran para relawan menjadi pengangguran. Itu yang menjadi kegelisahan kami,” kata Mamang.
Aksi damai tersebut mendapat respons langsung dari Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan yang juga Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto. Ia memastikan Pemkab Pamekasan mendukung penuh keberlangsungan Program MBG dan siap mengawal aspirasi masyarakat hingga ke pemerintah pusat.
“Kami akan terus mengawal, bahkan menyampaikan aspirasi ini kepada Presiden. Program nasional ini harus didukung, tentu dengan terus dilakukan perbaikan terhadap pelayanan maupun kualitas menu,” tegasnya.
Sukriyanto juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar menjalankan program sesuai ketentuan. Menurutnya, pelanggaran yang terjadi berulang kali tidak dapat lagi dianggap sebagai kelalaian.
“Kalau ada dapur yang terus melakukan pelanggaran, kami tidak segan melaporkannya kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Evaluasi akan terus kami lakukan demi perbaikan program ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 128 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Pamekasan sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (enk/nda)













