Pulang ke Tanah Kelahiran, Taufiqul Hidayatullah Mengabdi Menjaga Keamanan Lapas Pamekasan

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Pamekasan,
Taufiqul Hidayatullah, A Md.I.P., S.H., M.H.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Pamekasan, Taufiqul Hidayatullah, A Md.I.P., S.H., M.H.

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pagar besi, pintu pengamanan berlapis, serta ritme kehidupan di balik tembok lembaga pemasyarakatan bukanlah dunia asing bagi Taufiqul Hidayatullah.

Puluhan tahun hidupnya ditempa di lingkungan yang menuntut disiplin, ketegasan, sekaligus ketahanan mental.

Kini, perjalanan panjang itu membawanya pulang ke tanah kelahiran. Sejak 9 April 2026, pria asal Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu tersebut resmi dipercaya menjabat Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Pamekasan.

Bagi Taufiqul, kepulangan itu bukan sekadar perpindahan tugas. Ada ruang pengabdian yang terasa lebih dekat secara emosional. Sebab, untuk pertama kalinya ia menjalankan amanah besar di daerah tempat dirinya dilahirkan dan dibesarkan.

Baca juga :  Tanamkan Spirit Resolusi Jihad Pada Mahasiswa, UIM Gelar Seminar dan Apel HSN 2023

Lahir pada 29 Juni 1988, Taufiqul menapaki karier di dunia pemasyarakatan sejak lulus dari Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) tahun 2010. Jalan pengabdiannya tidak dimulai dari tempat yang mudah.

Enam bulan pertama kariernya dijalani di Nusakambangan melalui penugasan BKO. Pulau yang dikenal sebagai tempat para narapidana berisiko tinggi itu menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter dan mentalnya sebagai petugas pengamanan.

“Pengalaman di Nusakambangan menjadi pembelajaran penting dalam membentuk disiplin dan kesiapan mental,” katanya, Senin (18/5/2026).

Dari Nusakambangan, langkah pengabdiannya berlanjut ke Lapas Kerobokan, Bali. Selama enam bulan di sana, ia kembali ditempa menghadapi dinamika pengamanan warga binaan dengan karakter dan persoalan berbeda.

Baca juga :  Audiensi Warga Sapudi Soal Replacement Pelabuhan Berujung Kekecewaan, UPP Kelas III Dinilai Cuci Tangan

Kariernya kemudian bergerak dari satu kota ke kota lain. Taufiqul pernah bertugas di Lapas Batam selama dua tahun sebelum dipercaya menjabat Kasubsi Poltatib.

Setelah itu, ia mengemban amanah sebagai Kasubsi Registrasi Lapas Narkotika Tanjung Pinang, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Ponorogo, hingga Kasi Bimkemas Lapas Madiun.

Perjalanan panjang tersebut membuatnya memahami bahwa pengamanan lapas bukan hanya soal penjagaan tembok dan jeruji. Lebih dari itu, ada tanggung jawab menjaga ketertiban sekaligus memastikan sisi kemanusiaan tetap hidup di dalamnya.

Pengalaman itu pula yang mengantarnya dipercaya menjabat Ka KPLP Lapas Pasuruan selama dua tahun, kemudian Ka KPLP Lapas Sragen selama 10 bulan sebelum akhirnya kembali ke Pamekasan.

Baca juga :  Anggaran DBHCHT Menyusut, Dinas PUPR Pamekasan Hanya Bangun Dua Paket Jalan

Kini, di kampung halaman sendiri, Taufiqul membawa cara pandang yang lebih matang. Ia ingin menghadirkan pengamanan yang profesional, tetapi tetap mengedepankan pendekatan humanis.

“Kami bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban lapas, tetapi juga memastikan suasana tetap kondusif dan manusiawi. Ini bagian dari pengabdian kami,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

DPRD Pamekasan Dorong Peningkatan Ekonomi dan Penekanan Pengangguran
Dorong Percepatan Pembangunan PLTMG, Lakpesdam PCNU Sumenep Temui PLN UP3 Madura
Edy Gelora Soroti Fenomena Penyegelan Sekolah di Pamekasan: Siswa Jangan Jadi Korban!
Siswa Tak Bisa Belajar Tatap Muka Lantaran Sekolah Disegel, SMK Kesehatan Nusantara Ngadu ke DPRD Pamekasan
Dies Natalis Ke-48, Unira Gelar Jalan Sehat dan Festival Rujak Corek
Sengketa Lahan Sekolah Mulai Bermunculan, Bupati Pamekasan Turun Tangan Lakukan Pemetaan
Dituduh Belikan Istri Rumah Mewah dan Mobil Ratusan Juta Pakai APBD, Bupati Pamekasan Sebut Isu Murahan
Anggaran DBHCHT Rp 1,5 Miliar Tak Cukup, Ratusan Poktan Tembakau di Pamekasan Tak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pulang ke Tanah Kelahiran, Taufiqul Hidayatullah Mengabdi Menjaga Keamanan Lapas Pamekasan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:17 WIB

DPRD Pamekasan Dorong Peningkatan Ekonomi dan Penekanan Pengangguran

Senin, 18 Mei 2026 - 09:02 WIB

Dorong Percepatan Pembangunan PLTMG, Lakpesdam PCNU Sumenep Temui PLN UP3 Madura

Senin, 18 Mei 2026 - 08:14 WIB

Siswa Tak Bisa Belajar Tatap Muka Lantaran Sekolah Disegel, SMK Kesehatan Nusantara Ngadu ke DPRD Pamekasan

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:53 WIB

Dies Natalis Ke-48, Unira Gelar Jalan Sehat dan Festival Rujak Corek

Berita Terbaru

Catatan Pena

Urgensi PLTMG Saronggi

Selasa, 19 Mei 2026 - 02:00 WIB