Audiensi Warga Sapudi Soal Replacement Pelabuhan Berujung Kekecewaan, UPP Kelas III Dinilai Cuci Tangan

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana audiensi masyarakat Pulau Sapudi terkait rencana replacement pelabuhan. (ISTIMEWA)

Suasana audiensi masyarakat Pulau Sapudi terkait rencana replacement pelabuhan. (ISTIMEWA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Rencana pembangunan Replacement Pelabuhan Sapudi menuai penolakan dan kekecewaan masyarakat. Hal itu mencuat dalam audiensi yang digelar warga Pulau Sapudi bersama pihak Kecamatan Gayam dan konsultan pelaksana proyek PT Wijaya Inti Nusa Sentosa, Selasa, (16/12/2025)

Audiensi tersebut dihadiri perwakilan masyarakat, tokoh nelayan, buruh pelabuhan tradisional, Lintas Ormas Pulau Sapudi, serta unsur pemerintah Kecamatan Gayam.

Forum itu menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus keberatan warga terhadap konsep pembangunan pelabuhan yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan ekonomi masyarakat lokal.

Dalam forum tersebut, konsultan pelaksana memaparkan gambaran umum rencana proyek dan menjawab sejumlah pertanyaan teknis dari warga.

Namun, absennya UPP Kelas III Sapudi selaku otoritas kepelabuhanan justru memantik kekecewaan dan kemarahan peserta audiensi.

Baca juga :  Seorang Guru Diancam dan Motor Dibakar, Kapolres Sumenep Komitmen Beri Perlindungan

Masyarakat menilai ketidakhadiran UPP Kelas III Sapudi sebagai bentuk pengabaian aspirasi publik. Bahkan, instansi tersebut disebut terkesan menghindar dari dialog terbuka yang seharusnya menjadi ruang klarifikasi dan penyelesaian persoalan.

“Kami datang bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi untuk berdialog. Ironisnya, pihak yang paling bertanggung jawab justru tidak hadir. Ini sangat kami sesalkan,” tegas Zaini, Ketua Ansor Kecamatan Gayam.

Zaini menilai UPP Kelas III Sapudi terkesan cuci tangan dan seolah melempar tanggung jawab kepada konsultan pelaksana proyek.

Padahal, menurut dia, sejak awal pengusulan hingga perencanaan proyek dilakukan oleh UPP tanpa melibatkan masyarakat maupun pengguna jasa pelabuhan.

“Saat diminta pertanggungjawaban, malah menghilang. Akibatnya, masyarakat dibuat marah dan kecewa,” ujarnya.

Baca juga :  Kondisi Memprihatinkan, 187 Sekolah di Pamekasan Diusulkan Direvitalisasi

Nada serupa disampaikan Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Gayam. Melalui perwakilannya, Yudi Ansori menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan pelabuhan.

Namun, perencanaan harus dilakukan secara partisipatif dan tidak mematikan mata pencaharian warga, khususnya buruh pelabuhan dan pelayaran rakyat.

Menurut Yudi, sejak awal Pelabuhan Sapudi menjadi denyut utama ekonomi masyarakat yang bertumpu pada transportasi perahu rakyat. Karena itu, pembangunan replacement seharusnya memperkuat, bukan justru melemahkan ekonomi lokal.

“Kalau pembangunan ini tetap dipaksakan dengan konsep yang sekarang, dampaknya jelas. Harga kebutuhan pokok akan naik dan masyarakat kecil yang paling menderita,” paparnya.

Yudi bahkan menegaskan, pembangunan yang mengorbankan penghasilan warga atas nama negara tidak dapat dibenarkan.

Baca juga :  Disdikbud Pamekasan Dinobatkan sebagai Instansi Paling Berprestasi di Madura Tahun 2023

“Haram hukumnya pembangunan dilanjutkan jika harus membunuh mata pencaharian orang lain. Ini bukan sekadar proyek, tapi soal asas manfaat. Kami tidak ingin Pelabuhan Sapudi bernasib seperti Pelabuhan Dungkek,” tandasnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi catatan serius bagi instansi terkait, khususnya UPP Kelas III Sapudi.

Tujuannya, agar ke depan lebih terbuka dan hadir langsung dalam forum resmi bersama masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang adil dan berkeadilan sosial.

“Ini adalah jalan musyawarah terakhir yang kami tempuh. Jika audiensi ini dianggap tidak penting, maka kami siap melakukan aksi di depan kantor UPP,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Plt Kepala UPP Kelas III Sapudi, Reni Wijaya, belum memberikan tanggapan. (nda)

Berita Terkait

Pergoki Suami di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Istri di Sumenep Tempuh Jalur Hukum
SOMA Jadi Ruang Kreatif Mahasiswa Unija, Dari Pameran hingga Seminar Nasional untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif Sumenep
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional Berbuah Prestasi
Pemkab Usulkan Perubahan Nama Kabupaten Sumenep ke Kemendagri
Diperkirakan Dihadiri 100 Ribu Jamaah, Ponpes Al-Amien Prenduan Siap Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234
Kawasan Cagar Budaya Asta Tinggi Terancam, Ansor Jatim dan TACB Sumenep Desak Pemerintah Tutup Permanen Tambang Galian C
Kabar Duka, Legislator PDI Perjuangan Sumenep Abd. Rahman Wafat 
PW Ansor Jatim Desak Polda Bongkar Aktor Intelektual Tambang Ilegal Asta Tinggi, Jangan Berhenti di Dua Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:47 WIB

Pergoki Suami di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Istri di Sumenep Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 - 04:36 WIB

SOMA Jadi Ruang Kreatif Mahasiswa Unija, Dari Pameran hingga Seminar Nasional untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:39 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional Berbuah Prestasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:16 WIB

Pemkab Usulkan Perubahan Nama Kabupaten Sumenep ke Kemendagri

Senin, 13 Juli 2026 - 02:22 WIB

Diperkirakan Dihadiri 100 Ribu Jamaah, Ponpes Al-Amien Prenduan Siap Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 03:02 WIB