PAMEKASAN || KLIKMADURA – Persoalan sengketa lahan di lingkungan pendidikan Kabupaten Pamekasan mulai bermunculan ke permukaan. Setelah kasus di SDN Tamberu 2, kini polemik serupa juga mencuat di SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan.
Kondisi itu membuat Pemerintah Kabupaten Pamekasan bergerak melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang lahannya bermasalah.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan, persoalan sengketa lahan sekolah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, jika terus dibiarkan berlarut-larut, yang paling dirugikan adalah para siswa.
Menurut dia, sekolah-sekolah yang masih terbelit persoalan lahan harus menjadi prioritas penyelesaian. Pemkab Pamekasan berupaya menekan jumlah sengketa agar tidak terus bertambah dan mengganggu proses pendidikan.
“Kami berusaha agar persoalan itu bisa banyak berkurang. Kalau semuanya bisa diselesaikan tentu lebih bagus,” ujarnya.
Saat ini, pemkab masih melakukan pendataan dan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami persoalan penyegelan maupun sengketa lahan.
Pemerintah juga akan mempelajari tingkat persoalan masing-masing kasus sebelum menentukan langkah penyelesaian.
“Iya, dipelajari dulu semuanya supaya bisa diambil langkah-langkah yang tepat,” katanya.
Mantan anggota DPR RI itu berharap seluruh persoalan sengketa lahan sekolah dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan efektif tanpa dihantui konflik berkepanjangan.
“Kalau terus seperti itu, kasihan anak didik kita. Semoga segera selesai,” tandasnya.
(enk/nda)













