Disdikbud Pamekasan Gelar UKA, Dorong Lulusan SD Jadi Generasi Qurani

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdikbud Pamekasan, BasYulianto (tengah) didampingi Kabid Pembinaan SD, Taufik Hidayat foto bersama saat memantau pelaksanaan UKA di SDN Barurambat Kota I Pamekasan. (SYARIFATUL JANNAH / KLIKMADURA)

Kepala Disdikbud Pamekasan, BasYulianto (tengah) didampingi Kabid Pembinaan SD, Taufik Hidayat foto bersama saat memantau pelaksanaan UKA di SDN Barurambat Kota I Pamekasan. (SYARIFATUL JANNAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan kembali melaksanakan Uji Kompetensi Al-Qur’an (UKA) bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) kelas VI.

Kegiatan tahunan ini digelar sebagai implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2014, sekaligus untuk mengukur kemampuan baca Al-Qur’an siswa di Kota Gerbang Salam.

Pelaksanaan UKA dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Salah satunya berlangsung di SDN Barurambat Kota I, yang menjadi lokasi pelaksanaan uji kompetensi tersebut.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto melalui Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, Taufik Hidayat menyampaikan, UKA menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan SD memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Baca juga :  Diduga "Enak-enak" dengan Kaur Kesra, Sekdes Pademawu Barat Pamekasan Dipolisikan Istri 

“Dalam perda tersebut ditegaskan bahwa siswa lulusan SD di Pamekasan harus mampu membaca Al-Qur’an secara baik dan benar. UKA ini menjadi alat ukur untuk mengetahui kemampuan mereka,” ujarnya.

Menurut Taufik, hasil UKA akan diklasifikasikan dalam beberapa kategori, mulai dari sangat baik, baik, cukup, hingga masih membutuhkan bimbingan. Bagi siswa yang belum memenuhi standar, akan terus dilakukan pembinaan hingga menjelang kelulusan.

“Kalau sudah kategori cukup, itu dianggap mampu. Tapi yang masih butuh bimbingan, akan terus kami dampingi agar saat lulus nanti sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan UKA telah dipetakan berdasarkan jumlah siswa kelas VI di masing-masing sekolah. Untuk menjaga objektivitas, penguji berasal dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang disilang, sehingga tidak menguji di sekolah asalnya.

Baca juga :  Jelang Nyepi dan Lebaran, ASN Pamekasan Mulai WFH

Tak hanya itu, para penguji juga harus memenuhi syarat kompetensi. Mereka sebelumnya mengikuti tes kemampuan yang diselenggarakan di kantor Disdikbud Pamekasan dan dinyatakan lulus melalui sertifikasi.

“Tercatat ada sekitar 476 sekolah dan kurang lebih 500 guru yang telah mengikuti uji kompetensi sebagai penguji UKA,” terangnya.

Pelaksanaan UKA dimulai sejak Selasa (14/2026) di Kecamatan Batumarmar, Waru, dan Pasean. Kemudian berlanjut Rabu (15/4/2026) di Palengaan, Pegantenan, dan Pakong. Selanjutnya Kamis (16/4/2026) di Larangan, Galis, dan Kadur.

Pada Jumat (17/4/2026), UKA digelar di Kecamatan Pademawu, dan ditutup Sabtu (18/4/2026) di Kecamatan Pamekasan, Tlanakan, serta Proppo.

Baca juga :  Gedung Belum Siap, 30 Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Dititipkan ke Sampang

“Pembagian jadwal ini untuk memudahkan monitoring agar pelaksanaan UKA berjalan sesuai ketentuan dan juknis yang telah disepakati,” tambahnya.

Taufik berharap, melalui UKA ini, Disdikbud Pamekasan mampu mewujudkan generasi Qurani sebagaimana yang diamanatkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014.

Menurutnya, program tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di dunia pendidikan.

“Kami ingin ini bukan hanya tagline. Setiap siswa SD di Pamekasan harus memiliki keunggulan, minimal mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan jika bisa sekaligus menghafal juz 30 itu menjadi nilai tambah,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih
Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi
Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat
Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan
Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Berita Terbaru

Opini

Sumpah Pemuda: Sumpah Generasi Muda Mutatis Mutandis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:54 WIB