Jejak PHE WMO di Tanah Garam: Menjaga Energi, Menumbuhkan Kehidupan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taman Pendidikan Mangrove Labuhan di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan yang merupakan tempat wisata binaan PHE WMO.

Taman Pendidikan Mangrove Labuhan di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan yang merupakan tempat wisata binaan PHE WMO.

MADURA || KLIKMADURA – Ketika mentari sore menyorot perairan Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, bayangan perahu nelayan bergoyang lembut di atas ombak yang tenang. Di balik panorama sederhana itu, ada cerita perubahan yang sedang tumbuh.

Yakni, masyarakat pesisir yang kini lebih berdaya, anak-anak yang mendapat akses pendidikan lebih baik, dan UMKM yang menembus pasar digital.

Keberhasilan itu bukan hanya hasil kerja keras warga, tetapi juga buah dari keberadaan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) yang menyalurkan energi bukan hanya ke jaringan listrik dan industri, tetapi juga ke denyut kehidupan masyarakat Madura.

Ketua Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH) Madura Raya, Nur Faisal mengatakan, selama bertahun-tahun, kehadiran PHE WMO membawa makna lebih dari sekadar produksi minyak dan gas.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan community development, perusahaan ini menjadikan aktivitas industri sebagai pintu masuk bagi transformasi sosial dan ekonomi.

Di tangan PHE WMO, energi menjadi katalis kemanusiaan untuk memperkuat daya hidup, memperluas kesempatan, dan menumbuhkan kemandirian masyarakat pesisir.

Salah satu bukti nyata hadir lewat platform digital Bakaoo.id. Diluncurkan pada 2022, platform ini mempertemukan produk-produk UMKM Madura dengan pasar yang lebih luas.

Dulu, pengrajin lokal hanya bergantung pada penjualan langsung di pasar tradisional. Kini, mereka menjual batik, olahan laut, dan kerajinan tangan ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

Baca juga :  Kabar Baik, Harga BBM Pertamax Resmi Turun Perhari Ini

”Dampak sosialnya terasa nyata. Pendapatan masyarakat meningkat, kepercayaan diri tumbuh, dan semangat kewirausahaan menular ke generasi muda. Dari pasar digital ini, lahir rasa bangga bahwa karya anak Madura bisa dihargai di panggung nasional,” kata Faisal.

Manfaat lain tampak dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas manusia. Melalui program Pertamina Mengajar dan Desa Energi Berdikari, PHE WMO membuka ruang belajar baru bagi anak-anak pesisir dan masyarakat lokal.

Tak hanya tentang energi dan lingkungan, tetapi juga tentang kewirausahaan dan kepemimpinan. Banyak pemuda yang kini berani bermimpi menjadi teknisi, inovator, dan pengusaha lokal yang dapat menopang operasional perusahaan sekaligus membangun daerahnya sendiri.

”Inilah bentuk keberlanjutan sosial yang sesungguhnya. PHE WMO memberi alat dan ilmu, bukan sekadar bantuan sesaat,” kata pria kelahiran Kabupaten Sumenep tersebut.

Dalam konteks ekonomi lokal, PHE WMO berperan sebagai penggerak utama roda pembangunan. Studi dari Indonesian Petroleum Association mencatat bahwa setiap satu dolar investasi di sektor hulu migas dapat menciptakan nilai tambah ekonomi sebesar 1,6 hingga 2 kali lipat.

Dengan demikian, dapat diartikan bahwa, aktivitas perusahaan tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung, tetapi juga menghidupkan usaha-usaha kecil di sekitarnya. Mulai dari warung makan, penyedia logistik, hingga jasa transportasi lokal.

Di Madura, efek berantai itu terlihat nyata terhadap meningkatnya perputaran uang di desa pesisir. Bahkan, mampu menumbuhkan usaha keluarga baru yang menggantungkan hidup pada kegiatan sekitar industri migas.

Baca juga :  Satu Dekade Pertamina Bina Desa Labuhan Bangkalan, Alam Lestari Warga Tak Lagi Jadi TKI

Faisal menyampaikan, PHE WMO juga memahami bahwa kesejahteraan ekonomi harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Program rehabilitasi mangrove dan konservasi pesisir yang dijalankan perusahaan bukan hanya mempercantik pantai, tetapi juga melindungi sumber penghidupan nelayan.

”Mangrove yang kembali tumbuh membuat stok ikan meningkat, abrasi berkurang, dan kawasan pesisir menjadi lebih produktif. Tak mengherankan bila upaya ini mengantarkan PHE WMO meraih penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” katanya penuh apresiasi.

Dari sektor sosial, kontribusi langsung perusahaan juga dirasakan melalui kegiatan seperti Safari Ramadan yang rutin membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat sekitar wilayah operasi. Dalam banyak keluarga, bantuan tersebut menjadi penguat ekonomi rumah tangga di masa sulit.

Tetapi yang lebih penting dari itu, kegiatan rutinan itu menumbuhkan rasa kedekatan antara perusahaan dan masyarakat. Kondisi tersebut menegaskan bahwa, energi sejati bukan hanya dari minyak dan gas, tetapi juga dari keikhlasan berbagi.

Sementara itu, Pengelola Taman Pendidikan Mangrove Labuhan, Muhammad Sahril menyampaikan, inisiatif ekowisata berbasis komunitas yang dia bangun itu atas dorongan dari PHE WMO.

Hasilnya, masyarakat pesisir bukan lagi hanya bekerja sebagai nelayan. Tetapi juga pelaku wisata, pengelola homestay, dan pengrajin suvenir.

Hasil riset yang dipublikasikan oleh IEOM Society menunjukkan, Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan menjadi contoh nyata sinergi antara konservasi dan ekonomi kreatif.

Baca juga :  Diduga Buntut Konflik Pilkades, Tiga Orang Dibacok di Pinggir Jalan Raya

”Alhamdulillah, dengan dorongan dari PHE WMO, pendapatan warga meningkat, lapangan kerja baru tercipta, dan semangat menjaga lingkungan tumbuh dengan sendirinya karena mereka tahu, laut yang lestari berarti masa depan yang terjaga,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Mahfud Effendy mengatakan, secara fiskal, keberadaan PHE WMO turut memberikan manfaat langsung kepada pemerintah daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) migas.

Aliran dana tersebut menjadi salah satu sumber penting bagi pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kabupaten Bangkalan dan Sampang.

Meski nilainya berfluktuasi, kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa industri migas tidak hanya beroperasi untuk keuntungan korporasi. Tetapi, juga menjadi sumber daya ekonomi daerah.

”Namun di atas segalanya, manfaat paling berharga dari keberadaan PHE WMO adalah lahirnya kesadaran baru di masyarakat Madura bahwa mereka mampu tumbuh sejajar dengan industri besar,” terangnya.

Kini, warga pesisir tidak lagi merasa berada di pinggiran pembangunan, melainkan bagian dari jantungnya. Mereka memiliki peran, peluang, dan kebanggaan sebagai mitra sejati perusahaan dalam menjaga sumber daya alam dan membangun masa depan bersama.

”Ketika minyak dan gas yang diangkat dari perut bumi kembali mengalir dalam bentuk kesejahteraan, pendidikan, dan harapan bagi masyarakat Madura, maka PHE WMO bukan hanya pengelola energi, tetapi juga penjaga kehidupan di bumi Madura,” tandasnya. (nda)

Berita Terkait

Irjen PKP Laporkan Dugaan Korupsi Program BSPS di Bangkalan ke KPK
Pegadaian Syariah Gelar Festival Tring 2026 di Bangkalan, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah
Sandur Madura, Warisan Agraris yang Menari di Tengah Zaman
Warga Resah Dugaan Pertalite Oplosan di Bangkalan, HMI Desak Pertamina dan Aparat Lakukan Investigasi Lanjutan
PHE West Madura Offshore, Energi dan Mimpi Nyata Masyarakat Madura
HIMMAN UTM Gaungkan Cinta Lingkungan Lewat Society Festival 2025, Bupati Beri Aspirasi
Mahasiswa UTM Latih Ibu-Ibu Pesisir Pamekasan Jadi Pengusaha Ikan Asap Mandiri
Warga Desa Baipajung Bangkalan Antusias Sambut Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 05:42 WIB

Irjen PKP Laporkan Dugaan Korupsi Program BSPS di Bangkalan ke KPK

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:19 WIB

Pegadaian Syariah Gelar Festival Tring 2026 di Bangkalan, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah

Kamis, 4 Desember 2025 - 23:57 WIB

Sandur Madura, Warisan Agraris yang Menari di Tengah Zaman

Senin, 3 November 2025 - 05:36 WIB

Warga Resah Dugaan Pertalite Oplosan di Bangkalan, HMI Desak Pertamina dan Aparat Lakukan Investigasi Lanjutan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:15 WIB

PHE West Madura Offshore, Energi dan Mimpi Nyata Masyarakat Madura

Berita Terbaru

Opini

Sahur Kebijakan Publik

Rabu, 11 Mar 2026 - 12:32 WIB