Wujud Syukur Atas Limpahan Rezeki, Ratusan Kapal Nelayan Masalembu Semarakkan Ritual Petik Laut

- Jurnalis

Rabu, 19 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, klikmadura.id – Sebanyak 125 nelayan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, yang tergabung dalam kelompok nelayan Rawatan Samudera menggelar petik laut.

Ritual tahunan itu dilakukan sebagai wujud syukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan kehidupan pada warga dari hasil panen ikan laut.

Kegiatan petik laut itu diawali istighasah dan doa bersama di masing-masing pangkalan. Kemudian, diakhiri dengan pawai kapal nelayan yang dihias dengan pernak-pernik cantik.

Sebagian besar warga Masalembu bekerja sebagai nelayan. Bagi mereka, laut merupakan sumber kehidupan. Oleh karena itu harus dilindungi dan dijaga dari berbagai ancaman, termasuk kapal cantrang.

Baca juga :  Blok South East Madura, Satu-Satunya Sumur Migas Daratan yang Bisa Sejahterakan Warga

Ketua Rawatan Samudera Matsehri mengatakan, hampir setiap tahun hasil laut nelayan di Masalembu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Yakni, biasanya mendapatkan ikan rata-rata 1 ton, menyusut menjadi 600-500 kilogram.

Bagi mereka, penyebab penurunan tangkapan nelayan itu ada 3 faktor. Pertama, kerusakan ekosistem laut Masalembu yang diakibatkan oleh keberadaan kapal cantrang dan bom ikan.

“Mereka mengeruk ikan tanpa pandang bulu, bahkan sampai terumbu karang yang menjadi rumah ikan ikut hancur. Keberadaan kapal cantrang dan bom ikan ini menjadi ancaman bagi nelayan Masalembu yang notabene adalah nelayan tradisional, maka tak heran konflik antar nelayan intensitasnya begitu tinggi,” katanya, Rabu (19/07/2023).

Baca juga :  Usai Warga Kampung Tapakerbau Siaga 24 Jam, Rencana Penggarapan Tambak Garam Batal

Kedua, faktor keberadaan lalu lalang kapal besar yang tidak mematuhi prosedur. Kemudian, terakhir adalah tidak jelasnya zonasi membuat keberadaan eksositem laut Masalembu terancam. (fix/diend)

Berita Terkait

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan
Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital
Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak
DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru
Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka
Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean, Diduga Cabuli Anak di Ruang Guru SD
Hadiri Kick Off Peringatan HSN 2026, Bupati Fauzi: Momentum Menghargai Perjuangan Para Syuhada

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:55 WIB

DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru

Berita Terbaru