Antrean Pertalite Mengular, Usulan Tambahan Kuota Sampang Hanya Disetujui 0,6 Persen

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengendara berada di salah satu SPBU di Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Sejumlah pengendara berada di salah satu SPBU di Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite belum mampu menjawab peningkatan kebutuhan masyarakat. Dari pengajuan tambahan kuota sebesar lima persen, pemerintah daerah hanya mendapat persetujuan sekitar 0,6 persen.

Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemkab Sampang, Abdi Barri Salam, mengatakan meningkatnya permintaan menjadi salah satu pemicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kondisi tersebut dipengaruhi peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan.

“Semenjak harga Pertamax naik, terjadi peralihan pengguna dari Pertamax ke Pertalite. Otomatis beban kuota Pertalite juga bertambah, sedangkan pengajuan kuota sudah ditetapkan sebelumnya,” ujar Abdi, Selasa (27/10/2026).

Baca juga :  Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu

Menurutnya, Pemkab Sampang telah mengusulkan tambahan kuota sebesar lima persen untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan tersebut. Namun, persetujuan yang diterima hanya sekitar 0,6 persen sehingga penambahan pasokan dinilai masih jauh dari usulan pemerintah daerah.

Tekanan pasokan juga terjadi pada bahan bakar jenis solar. Abdi menyebut alokasi solar pada kuartal IV mengalami pengurangan hampir empat persen.

Kondisi tersebut membatasi ruang gerak pemerintah daerah untuk mengatasi antrean melalui penambahan pasokan. Karena itu, Pemkab Sampang mendorong adanya penambahan kuota agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Baca juga :  95 Desa di Sampang Kekeringan, Warga Terpaksa Jalan 3 Kilometer Cair Air Bersih

“Kalau memang pemerintah pusat mau agar antrean ini berhenti, kuotanya harus ditambah. Penyebab antrean karena jumlah BBM-nya juga sangat terbatas,” kata Abdi.

Selain penambahan kuota, kesenjangan harga antara BBM nonsubsidi dan bersubsidi juga dinilai memengaruhi pilihan konsumen. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi disebut sebagai salah satu opsi untuk mengurangi peralihan pengguna ke Pertalite, meskipun kebijakan harga tersebut berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten.

Persoalan pasokan semakin menjadi perhatian setelah dua SPBU di Sampang, yakni SPBU Pliyang dan SPBU di Jalan Raya Camplong, menjalani penghentian sementara penyaluran Pertalite pada 25 Oktober hingga 23 November 2026. Penghentian tersebut merupakan sanksi Pertamina atas pelanggaran ketentuan penjualan BBM bersubsidi.

Baca juga :  Diduga Cabuli Murid Sendiri, Guru Pencak Silat di Sampang Diringkus Polisi

Pemkab Sampang menyatakan kuota yang dialokasikan untuk kedua SPBU tersebut tidak dihapus, tetapi penyalurannya dialihkan ke SPBU alternatif. Selama masa sanksi berlangsung, masyarakat diarahkan membeli Pertalite di SPBU yang masih melayani penjualan agar kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi.

Dengan tambahan kuota yang jauh di bawah pengajuan serta penghentian sementara penyaluran Pertalite di dua SPBU, ketersediaan BBM bersubsidi di Sampang masih menghadapi tekanan.

Kelancaran distribusi dan kecukupan alokasi menjadi faktor penting untuk mengurangi antrean serta menjaga akses masyarakat terhadap Pertalite. (ali/nda)

Berita Terkait

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Sampang Tantang Generasi Muda Beraksi Nyata
Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah
Dua Hari Tak Ditemukan, Pencarian Pemancing Hilang di Laut Ketapang Dihentikan
Operasi Patuh Semeru Dimulai, Polres Sampang Bidik Pelanggar demi Tekan Kecelakaan
Siap-Siap! Polres Sampang Bakal Terapkan ETLE dan Tilang Manual dalam Operasi Patuh Semeru 2026
Dua SPBU Disanksi, Ojol dan Pedagang di Sampang Cemas BBM Makin Sulit
Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah, Polres Sampang Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Sampang Tantang Generasi Muda Beraksi Nyata

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Antrean Pertalite Mengular, Usulan Tambahan Kuota Sampang Hanya Disetujui 0,6 Persen

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Dua Hari Tak Ditemukan, Pencarian Pemancing Hilang di Laut Ketapang Dihentikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Operasi Patuh Semeru Dimulai, Polres Sampang Bidik Pelanggar demi Tekan Kecelakaan

Berita Terbaru

Opini

Sumpah Pemuda: Sumpah Generasi Muda Mutatis Mutandis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:54 WIB