Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan. (KLIKMADURA)

Kantor Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan. Kali ini, seorang guru madrasah berinisial B dilaporkan ke Polres Pamekasan atas dugaan tindakan asusila terhadap santrinya berinisial SNW.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi menerima laporan dari orang tua korban setelah mengetahui dugaan tindakan pencabulan yang dialami anaknya.

Berdasarkan keterangan awal keluarga, dugaan pencabulan tersebut disebut terjadi berulang kali di salah satu madrasah di Pamekasan, tempat dimana korban menempuh pendidikan.

Baca juga :  Dugaan Asusila dan Pesta Miras Oknum DPRD Pamekasan Diadukan ke BK

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban mendapatkan informasi dari teman korban. Kemudian, keluarga mengonfirmasi informasi tersebut kepada korban dan mendapati bahwa dugaan kejadian itu benar.

“Dari pengakuan keluarga korban, pelaku melakukan aksinya berkali-kali,” katanya.

Evan menuturkan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap perkara tersebut. Kini, petugas tengah mengumpulkan bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi serta dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

“Penyidik masih mendalami keterangan yang diperoleh untuk mengungkap secara utuh perkara tersebut,” ujarnya.

Pihak kepolisian meminta kepada masyarakat Pamekasan untuk segera melaporkan ke pihak yang berwenang apabila mengetahui maupun mengalami pencabulan.

Baca juga :  Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Pamekasan Belum Capai Target

“Siapapun tidak boleh ragu untuk lapor polisi, kasus semacam ini perlu kewaspadaan dan pengawasan yang ketat dari pihak keluarga,” ucapnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat
Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan
Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim

Berita Terbaru