Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berada di sekitar SDIT Al-Uswah Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Warga berada di sekitar SDIT Al-Uswah Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dua karyawan SDIT Al-Uswah Pamekasan mengaku diperlakukan tidak adil setelah dikeluarkan dari grup WhatsApp karyawan tanpa pemberitahuan pada Minggu (11/10/2026) malam.

Ironisnya, persoalan yang bermula dari tindakan tersebut berujung pada pemecatan terhadap salah satu karyawan dan pemberian sanksi skorsing kepada karyawan lainnya.

Kedua karyawan itu mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang pasti mengenai alasan mereka dikeluarkan dari grup komunikasi internal sekolah. Kondisi tersebut membuat mereka kebingungan mengenai status pekerjaan dan kedudukan mereka sebagai karyawan SDIT Al-Uswah Pamekasan.

Salah seorang mantan karyawan mengungkapkan, dirinya sempat menghubungi Kepala SDIT Al-Uswah Pamekasan, Nia Khairun Nisa, untuk meminta penjelasan. Namun, menurut pengakuannya, kepala sekolah tersebut menyatakan tidak mengetahui secara pasti alasan keduanya dikeluarkan dari grup WhatsApp karyawan.

Tidak adanya kejelasan dari pihak yayasan membuat keduanya memilih tidak kembali bekerja pada Senin (12/10/2026). Keputusan itu diambil karena mereka merasa tidak memiliki kepastian mengenai status pekerjaan setelah dikeluarkan dari grup komunikasi internal sekolah.

“Karena tidak ada keterangan lebih lanjut dari pihak yayasan, seperti pemanggilan atau lainnya, maka kami memutuskan pada hari Senin (12/10/2026) untuk tidak kembali lagi bekerja di sekolah. Karena kami tidak mengerti posisi kami waktu itu bagaimana, repot,” ungkap mantan karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca juga :  Harjad ke-496 Pamekasan Dibuka dengan Pameran Bonsai Nasional, Kelas Bintang Cetak Sejarah di Madura

Upaya meminta kejelasan kemudian dilakukan salah seorang karyawan dengan menghubungi Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, pada Senin (12/10/2026) malam. Ia berharap memperoleh penjelasan mengenai alasan dirinya dan seorang rekannya dikeluarkan dari grup WhatsApp karyawan.

Namun, menurut penuturannya, percakapan tersebut tidak menghasilkan penjelasan yang memuaskan. Ia justru menerima sejumlah pertanyaan balik dari ketua yayasan, di antaranya, “Maksudnya apa ini?”, “Siapa yang memecat?”, dan “Siapa yang dipecat?”

Jawaban tersebut dinilai tidak menyentuh persoalan utama yang ingin diklarifikasi, yakni alasan keduanya dikeluarkan dari grup komunikasi internal sekolah. Mantan karyawan itu mengaku semakin tidak memahami duduk perkara yang sebenarnya terjadi.

“Jadi kok malah balik nanya? Intinya di chat itu dia tidak mau kalah, seakan-akan kami yang salah. Kok bisa?” ujarnya.

Ia menambahkan, percakapan berlanjut pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Dalam percakapan tersebut, menurut pengakuannya, Utsman meminta mereka datang ke sekolah paling lambat pukul 08.00 WIB.

Baca juga :  Motivasi Santri Melanjutkan Pendidikan Tinggi, KKN IAIN Madura Posko 6 Gelar Sharing Sesion

Namun, mantan karyawan itu mengaku tidak memenuhi permintaan tersebut karena merasa sudah tidak dihargai sebagai bagian dari lingkungan kerja SDIT Al-Uswah Pamekasan. Ia juga menilai komunikasi yang terjalin tidak memberikan kejelasan mengenai persoalan yang sedang dihadapinya.

Persoalan tersebut kemudian berlanjut pada hari yang sama. Menurut keterangan mantan karyawan, sejumlah pengurus yayasan mendatangi mereka dengan membawa surat yang berisi keputusan berbeda terhadap kedua karyawan tersebut.

Salah seorang menerima surat pemecatan, sedangkan seorang lainnya mendapatkan sanksi skorsing. Perbedaan keputusan itu menambah persoalan yang sebelumnya bermula dari pengeluaran mereka dari grup WhatsApp karyawan.

Mantan karyawan tersebut mengaku kecewa atas perlakuan yang diterimanya. Ia menilai persoalan kepegawaian semestinya diselesaikan melalui komunikasi yang jelas, bukan dengan membiarkan karyawan berada dalam ketidakpastian mengenai status pekerjaannya.

“Tapi, saya tetap memilih untuk berhenti dari sana. Beberapa bulan lalu saya mengajukan resign, oleh pihak sana tidak diperbolehkan, kemudian mendapatkan tindakan semena-mena kayak gini,” tegasnya.

Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme komunikasi dan penyelesaian persoalan kepegawaian di lingkungan SDIT Al-Uswah Pamekasan. Terlebih, kedua karyawan mengaku tidak memperoleh penjelasan yang memadai sebelum persoalan berujung pada keputusan berbeda terhadap status pekerjaan mereka.

Baca juga :  Usai Lantik 85 Pejabat, Bupati Pamekasan Beri Peringatan Keras: Jangan Sok karena Punya Jabatan Baru!

Jurnalis Klik Madura menghubungi Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, untuk mengonfirmasi persoalan tersebut pada Senin (26/10/2026). Konfirmasi dilakukan guna memperoleh penjelasan mengenai kronologi pengeluaran karyawan dari grup WhatsApp, dasar pemberian sanksi, serta keputusan pemecatan terhadap salah seorang karyawan.

Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan substantif dari Utsman mengenai persoalan tersebut. Alih-alih menjawab pokok konfirmasi, ia justru mempertanyakan kepentingan jurnalis dengan balasan tertulis yang dinilai tidak bersahabat.

Sikap tersebut membuat sejumlah pertanyaan penting dalam persoalan ini belum terjawab, termasuk alasan kedua karyawan dikeluarkan dari grup WhatsApp, dasar keputusan pemecatan dan skorsing, serta mekanisme yang digunakan yayasan dalam mengambil keputusan tersebut.

Keterangan dari pihak yayasan tetap diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang. Hingga berita ini ditulis, penjelasan dari Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan mengenai substansi pengaduan kedua mantan karyawan tersebut belum diperoleh. (enk/nda)

Berita Terkait

Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan
Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:17 WIB

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Berita Terbaru