Perjalanan Karir: Tentang Proses, Perjuangan, dan Orang-Orang di Sekitar Kita

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anugrah Misma Bukhori P, Kepala Unit BRI Sultan Kadirun.

*****

SAYA memulai perjalanan karir bukan dari titik yang sempurna. Semua dimulai dengan mimpi sederhana: ingin menjadi seseorang yang bisa diandalkan, membanggakan keluarga, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Di dunia kerja, saya belajar bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak pernah benar-benar mudah. Ada tekanan target, tanggung jawab yang besar, rasa lelah, bahkan momen ketika diri sendiri mulai meragukan kemampuan yang dimiliki. Namun dari semua proses itu, saya memahami bahwa setiap tantangan hadir untuk membentuk mental, kedewasaan, dan cara berpikir yang lebih kuat.

Dalam perjalanan ini, saya menyadari satu hal penting: tidak ada kesuksesan yang dibangun sendirian. Di balik setiap proses yang saya lewati, ada banyak orang yang ikut memberi warna dalam perjalanan tersebut. Ada keluarga yang selalu menjadi alasan untuk tetap bertahan.

Ada rekan kerja yang membantu di saat sulit. Ada sosok pemimpin yang memberi kepercayaan, arahan, serta nilai-nilai berharga dalam perjalanan saya. Dan ada pula yang memandang dengan keraguan, namun tanpa disadari justru menjadi pemicu untuk terus bertumbuh, berkembang, dan membuktikan kapasitas diri.

Baca juga :  Pilkada Jatim: Fenomena Calon Tunggal, Politik Kartel atau Konsolidasi Demokrasi?

Saya belajar bahwa lingkungan yang baik mampu membentuk seseorang menjadi lebih kuat. Dari tim, saya belajar arti kerja sama. Dari tekanan, saya belajar arti tanggung jawab. Dari kegagalan, saya belajar untuk bangkit. Dan dari orang-orang di sekitar saya, saya belajar bahwa perjalanan karir bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita tumbuh bersama.

Di setiap fase kehidupan, saya juga belajar pentingnya menemukan personal mirror — seseorang yang menjadi cerminan tentang kita ingin bertumbuh menjadi siapa. Sosok yang bukan untuk ditiru sepenuhnya, tetapi untuk dijadikan inspirasi dalam membentuk karakter, pola pikir, integritas, dan cara menghadapi kehidupan.

Karena terkadang, kita berkembang bukan hanya karena ambisi pribadi, tetapi karena melihat seseorang yang membuat kita berkata, “Suatu hari nanti, saya ingin menjadi pribadi seperti itu”.

Dan saya percaya, di setiap perjalanan hidup, kita akan menemukan potongan-potongan karakter dari banyak orang. Ada keteguhan dari seseorang, ketulusan dari orang lain, keberanian dari sosok yang berbeda, hingga cara mereka menghadapi masalah dan memperlakukan kehidupan.

Baca juga :  Perlukah Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura?

Semua potongan itu perlahan kita pelajari, kita pahami, lalu kita satukan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Karena sejatinya, manusia bertumbuh bukan hanya dari pengalaman pribadi, tetapi juga dari pelajaran yang ditinggalkan oleh orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya.

Saya juga percaya, tidak ada sesuatu yang benar-benar terbentuk tanpa pernah terbentur. Mental yang kuat lahir dari tekanan. Kedewasaan lahir dari kegagalan. Dan pengalaman lahir dari proses panjang yang tidak selalu mudah. Seperti sebuah kalimat yang sederhana namun penuh makna:

“Terbentur, terbentur, terbentuk.”

Karena sering kali, justru benturan dalam hidup yang membentuk cara kita berpikir, bersikap, dan bertahan.

Setiap fase memiliki cerita. Ada masa ketika harus bekerja lebih keras dari biasanya. Ada waktu ketika harus mengambil keputusan penting. Dan ada titik di mana saya sadar bahwa proses panjang ini sedang membentuk versi terbaik dari diri saya sendiri.

Baca juga :  Soekarno Inspirator Kelestarian Lingkungan

Hari ini, saya mungkin belum berada di titik akhir perjalanan. Namun saya bangga karena sudah mampu melewati banyak proses yang dulu terasa berat. Saya percaya, selama masih memiliki semangat untuk belajar, keberanian untuk bertahan, serta orang-orang baik yang terus mendukung di sekitar kita, maka setiap langkah akan selalu memiliki makna.

Dan untuk para generasi muda yang hari ini merasa tertinggal, merasa gagal, atau merasa hidupnya sedang stuck, percayalah bahwa tidak semua perjalanan harus berjalan cepat.

Ada proses yang memang membutuhkan waktu untuk membentuk kita menjadi lebih kuat. Jangan terlalu sibuk membandingkan hidupmu dengan pencapaian orang lain. Karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing.

Temukan personal mirror dalam hidupmu. Temukan sosok yang membuatmu termotivasi untuk berkembang, bukan untuk merasa kecil. Karena dari sana, kita belajar bahwa versi terbaik diri kita tidak tercipta secara instan, tetapi dibentuk melalui proses, pengalaman, dan ketekunan untuk terus bertumbuh. (*)

Berita Terkait

Prabowo dan Komisi 1 DPRD Sumenep
Sangkakala Demokrasi dan Absurditas Kekuasaan
Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo
Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan
Menata Hati, Meniti Hari-hari
Bulan Bung Karno dan Penguatan Wawasan Kebangsaan
Digdaya NU: Ikhtiar Besar Menghadapi Era Digital
Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Pemerintahan dan Realisasi Program di Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 00:13 WIB

Prabowo dan Komisi 1 DPRD Sumenep

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:12 WIB

Sangkakala Demokrasi dan Absurditas Kekuasaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:19 WIB

Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:37 WIB

Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:01 WIB

Menata Hati, Meniti Hari-hari

Berita Terbaru

Komisi IV DPRD Pamekasan saat rapat evaluasi bersama Disdikbud. (KLIKMADURA)

Pamekasan

Butuh Percepatan, Serapan DAK PAUD Baru 27,61 Persen

Rabu, 15 Jul 2026 - 04:30 WIB