PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus kematian seorang ibu di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kelurahan Kowel menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan.
Untuk mengusut peristiwa tersebut, Dinkes menghadirkan sejumlah pihak terkait guna dilakukan pengkajian menyeluruh.
Pihak yang dilibatkan antara lain bidan desa, tenaga dari puskesmas setempat, hingga perwakilan dari RSUD Smart Pamekasan. Langkah ini diambil untuk mengurai secara detail kronologi kejadian serta mencari substansi permasalahan.
Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin, mengatakan bahwa pengkajian dilakukan secara internal dengan menghimpun keterangan dari berbagai pihak yang terlibat langsung.
“Harusnya hari ini hasilnya dilaporkan ke saya, karena agenda saya full. Mungkin setelah ini,” ujarnya.
Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi dari proses pengkajian yang sedang berjalan.
“Belum bisa diputuskan. Kita tunggu hasil kajian internal dulu,” tegasnya.
Terkait operasional PMB di Kelurahan Kowel, dr. Saifudin memastikan bahwa layanan masih tetap berjalan seperti biasa. Hal itu karena belum ada keputusan final dari hasil evaluasi.
“Iya, tetap beroperasi. Karena belum diputuskan bagaimana hasilnya. Saya tidak berhak menutup, kalau misalnya nanti tidak bersalah bagaimana?” ungkapnya.
Ia juga memaparkan kronologi singkat kejadian tersebut. Awalnya, pasien mendapatkan penanganan di PMB Kowel sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Namun, diduga terjadi keterlambatan dalam proses rujukan sehingga kondisi pasien sudah memburuk saat tiba di rumah sakit.
“Pada situasi itu semua sudah berupaya maksimal, tapi memang tidak terselamatkan,” tandasnya.
Dinkes Pamekasan menegaskan bahwa proses pengkajian dilakukan secara objektif dan menyeluruh, guna memastikan setiap aspek pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar serta mencegah kejadian serupa terulang kembali. (enk/nda)













