Sowan ke Rois, Lakpesdam NU Sumenep Kokohkan Komitmen Kawal Isu Lingkungan 

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Lakpesdam foto bersama Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Sumenep, KH. A. Washil Hasyim, di Ponpes Sumber Payung, Kecamatan Ganding. (KLIKMADURA)

Pengurus Lakpesdam foto bersama Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Sumenep, KH. A. Washil Hasyim, di Ponpes Sumber Payung, Kecamatan Ganding. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Pengurus Lakpesdam sowan kepada Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Sumenep, KH. A. Washil Hasyim, di Ponpes Sumber Payung, Kecamatan Ganding, Minggu (29/3/2026).

Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkokoh sekaligus mempertajam arah program kerja lembaga ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Washil menegaskan pentingnya peran PCNU, khususnya Lakpesdam, dalam mengawal berbagai isu strategis di tengah masyarakat.

Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah persoalan lingkungan, terutama aktivitas tambang galian C yang dinilai semakin memprihatinkan.

“Tambang galian C di Kabupaten Sumenep, bahkan di Madura secara umum, sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Perlu ada pengawalan serius agar kelestarian lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.

Baca juga :  Banjir Sampang Memasuki Siaga Tiga, BPBD Minta Masyarakat Waspada!

Arahan itu langsung disambut antusias oleh Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep, Siswadi. Pria yang akrab disapa Adi tersebut menegaskan komitmennya untuk aktif mengawal isu-isu lingkungan, baik di Sumenep maupun Madura secara luas.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Lakpesdam di berbagai daerah lain di Madura. Tujuannya, untuk memperkuat gerakan bersama dalam merespons persoalan lingkungan, khususnya tambang galian C.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Lakpesdam di kabupaten lain. Harapannya, isu lingkungan ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat,” katanya.

Baca juga :  Geger!! Bunyi Dentuman Muncul Dari Dalam Tanah di Desa Moncek Tengah, Sumenep

Adi juga menambahkan, ke depan Lakpesdam PCNU Sumenep akan menggelar berbagai agenda kajian dan penelitian mendalam terkait persoalan lingkungan.

Hasil kajian tersebut nantinya akan ditindaklanjuti bersama jajaran PCNU, sekaligus dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan.

Rekomendasi itu, lanjut dia, akan disampaikan kepada pemerintah provinsi hingga kementerian terkait sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Harapan kami, lingkungan di Madura tetap lestari dan tidak mengalami kerusakan yang bisa membahayakan kehidupan masyarakat,” tandasnya. (nda)

Berita Terkait

Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta
PCNU Sumenep Matangkan Arah Perjuangan Lima Tahun ke Depan Melalui Rapat Kerja
Ngopi Bareng Tiga Lembaga, PCNU Sumenep Matangkan Program Jelang Raker
Lakpesdam “Kongkow” Lintas Generasi, Arah Program Kerja Tunduk Pada Mandat Warga Nahdliyin
Pelayanan RSUD Moh. Anwar Sumenep Semakin Optimal, Pasien Beri Apresiasi
Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya, Diduga Korupsi BUMDes Fiktif dan Proyek Desa
Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Rapat Bersama Antar Lembaga, Perkuat Sinergi Program Menjelang Raker
RSUD Moh. Anwar Sumenep Tancap Gas, dr. Erliyati Bawa Lompatan Besar Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:04 WIB

Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:35 WIB

PCNU Sumenep Matangkan Arah Perjuangan Lima Tahun ke Depan Melalui Rapat Kerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:51 WIB

Ngopi Bareng Tiga Lembaga, PCNU Sumenep Matangkan Program Jelang Raker

Selasa, 28 April 2026 - 13:01 WIB

Lakpesdam “Kongkow” Lintas Generasi, Arah Program Kerja Tunduk Pada Mandat Warga Nahdliyin

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Pelayanan RSUD Moh. Anwar Sumenep Semakin Optimal, Pasien Beri Apresiasi

Berita Terbaru

Opini

Buku dan Tantangan Membaca di Era Banjir Informasi

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:29 WIB