Ngeri! Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden Ricuh, Penonton Bawa Sajam

- Jurnalis

Minggu, 8 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan aktivis AMI menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Pamekasan terkait dugaan jual beli kios Pasar Kolpajung. (FOTO: MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Puluhan aktivis AMI menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Pamekasan terkait dugaan jual beli kios Pasar Kolpajung. (FOTO: MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

BANGKALAN, KLIKMADURA – Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden 2023 yang digelar di Stadion Karapan Sapi Moch. Noer Bangkalan, Minggu (08/10/2023). Event akbar tersebut sempat ricuh.

Pendukung salah satu pasangan sapi protes karena pasangan sapi lainnya di lepas dari garis start dalam kondisi lampu merah. Akibatnya, aksi protes tak bisa dibendung.

Protes tersebut disampaikan kepada panitia yang ada di garis start. Massa pendukung lainnya juga berbondong-bondong mendatangi panitia. Bahkan, sebagian membawa senjata tajam (sajam) berupa celurit berukuran besar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. TNI dan personel kepolisian yang ada di lokasi sigap melerai kericuhan. Tidak berselang lama, laga karapan sapi kembali dilanjutkan.

Baca juga :  Tambah 53 Wamira Mart Baru, Pemkab Pamekasan Gelontorkan Rp 2,5 Miliar

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf mengatakan, panitia sudah mengantisipasi masuknya senjata tajam. Ketika penonton hendak masuk stadion, pemeriksaan dilakukan secara ketat.

Tujuannya, untuk memastikan tidak ada penonton yang membawa senjata tajam. Namun, diakui pada saat kericuhan terjadi, terlihat ada warga yang membawa senjata tajam.

“Mungkin yang membawa senjata tajam masuk stadion pada saat karapan sapi berlangsung,” katanya saat dimintai keterangan sejumlah wartawan di lokasi.

Terlepas dari kericuhan itu, Jenderal Farid mengaku senang dan bahagia melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Diperkirakan, terdapat 20 ribu lebih masyarakat yang memadati Stadion Karapan Sapi Moch. Noer Bangkalan itu.

Baca juga :  Gubernur Khofifah Resmikan Dermaga Dungkek dan Giliyang, Diharapkan Mampu Dongkrak Berbagai Sektor di Kepulauan

Karapan sapi merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan. Apalagi, event tersebut merupakan satu-satunya didunia sehingga daya tariknya sangat besar. (fhd/diend)

Berita Terkait

Imigrasi Pamekasan Gencarkan Edukasi Keimigrasian di Bangkalan, Warga Antusias Cari Informasi Paspor dan TPPO
UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri dan Bantuan Hidup Dasar, Bekali Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat
Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah
AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi
Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital
Judi Online dan Narkoba Mulai Masuk Desa, PSBH FKIS UTM Turun Gunung
Dinas Perpustakaan Bangkalan Hadirkan Penulis Muda, Semangati Pelajar MTsN Bangkalan Gemar Literasi
PMR MTsN Bangkalan Borong Prestasi di Ajang WJP XXXI Jatim 2026

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:48 WIB

Imigrasi Pamekasan Gencarkan Edukasi Keimigrasian di Bangkalan, Warga Antusias Cari Informasi Paspor dan TPPO

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:02 WIB

UKM PSHT UTM Gelar Pelatihan Bela Diri dan Bantuan Hidup Dasar, Bekali Mahasiswa Hadapi Situasi Darurat

Rabu, 3 Juni 2026 - 00:47 WIB

Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:54 WIB

AI Disebut Tak Akan Gantikan Desainer Grafis, Dosen UTM: Manusia Tetap Penentu Ide dan Emosi

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:49 WIB

Dari Era Kapur Tulis ke Era AI, FKIP UTM Tantang Calon Guru Tak Gagap Digital

Berita Terbaru